SENTANK (LINTAS PAPUA) – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Sentani, tepatnya di samling Apotik Budi, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (4/3/2019) malam lalu sekitar pukul 23.00 WIT.

Satu pekerja pengecatan trotoar dan pembatas jalan tewas dan dua orang lagi terluka setelah ditabrak mobil Mitsubishi Kuda DS 1755 AP yang melaju tak terkendali.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si.,
ketika dikonfirmasi membenarkan kasus kecelakaan maut tersebut.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si.. saaty diwawancara. (Irfan / HPP)

“Sekitar pukul 23.00 WIT tadi malam (Senin, 4/3) telah terjadi kecelakaan lalulintas. Dimana, kecelakaan lalu lintas ini terjadi di jalur utama Sentani, tepatnya di samping Apotik Budi, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, yang mengakibatkan pekerja pengecatan trotoar atau pembatas jalan atas nama Anton Suebu (18) meninggal dunia dan dua orang lainnua mengalami luka ringan yakni, Luke Sabeab (20) serta Rian Anderson Puhiri (25),” sebut Kapolres Jayapura saat dikonfirmasi di Polsek Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Selasa (5/3/2019) siang.

Dampak dari kecelakaan maut tersebut, kata Kapolres, mengakibatkan terjadinya pengeroyokan terhadap pengemudi bernama Dian Budi Santoso (42) dan pembakaran mobil jenis Mitsubishi Kuda bernomor polisi DS 1755 AP, sehingga pengemudi mobil tersebut tak sadarkan diri hingga saat ini.

Lebih lanjut lagi Kapolres memaparkan, kecelakan maut itu terjadi saat para pekerja tengah bertugas mengecat trotoar maupun pembatas jalan. Mereka tengah memarkirkan satu unit sepeda motor merk Yamaha X Ride Bernomor Polisi DS 4055 J yang ditaruh sebagai tanda pada badan jalan.

Tiba-tiba muncul mobil Mitsubishi Kuda bernomor polisi DS 1755 AP dari arah Doyo menuju Sentani, Kabupaten Jayapura. Kendaraan mobil Mitsubishi Kuda itu melaju dengan kencang dan di median jalan ini ada sejumlah masyarakat atau pemuda Sentani, yang sedang mengecat pembatas jalan.

“Dimana, masyarakat ini sudah memberikan tanda berupa memarkirkan motor Yamaha X ride DS 4055 J yang ditaruh pada badan jalan. Namun karena pengemudi tidak memperhatikan ada tanda-tanda, sehingga di terobos dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalulintas tersebut,” jelas Kapolres Jayapura.

“Tadi malam (Senin, 4/3/2019 lalu) juga, kami sudah melakukan olah TKP untuk membuktikan tindak pidana dari kecelakaan lalulintas ini. Sehingga kami dapat ketahui penyebab kecelakaan tersebut,” sambungnya.

Lanjut kata Kapolres Jayapura, pengemudi mobil itu merupakan anggota Polres Jayapura, yang ditugaskan khusus untuk mengawal Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro.

“Kami akan lakukan penyelidikan agar semua semakin jelas apa penyebab dari kecelakaan lalulintas tersebut. Dan memang kita sedang berproses untuk saksi-saksi yang sedang diperiksa saat ini. Namun pengemudi mobil belum sadarkan diri, karena trauma di kepala. Ya, kita doakan segera sembuh sehingga bisa dimintai keterangan,” katanya.

“Kita berharap masing-masing pihak dapat menahan diri. Di dalam setiap proses semua ada sebab akibat, dan sangat disayangkan terkait kasus pengeroyokan terhadap pengemudi itu yang tidak dibenarkan. Agar masyarakat bisa menghormati hukum, jika kecelakaan cukup hanya kecelakaan saja, tidak harus ada penganiayaan maupun pembakaran. Sehingga dampaknya tidak meluas, siapa yang berbuat harus bertanggung jawab. Tidak ada yang minta terjadinya kecelakaan ini,”.

“Nantinya kami para pihak yang mempunyai kepentingan akan duduk bersama untuk membicarakan agar mencapai solusi yang terbaik,” sambungnya.

Dikatakannya lagi, untuk korban meninggal Anton Suebu (18) sudah dibawa pulang dan disemayamkan keluarga di Jalan Sosial Sentani.

“Sedangkan pengemudi masih intensif dilakukan perawatan di RSUD Youwari, dan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha X Ride DS 4055 J dan mobil Mitsubishi Kuda DS 1755 AP sudah kami amankan di Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jayapura,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)