Oleh : Dr. H. Toni Wanggai, S.Ag. MA.

 

Sejak dilantik menjadi Anggota  Majelis Rakyat Papua Jilid III, tgl 20 Nov. 2017, kami MRP Pokja Agama telah memainkan peran strategis menjaga kerukunan umat beragama di Tanah Papua. Salah satunya adalah kasus Ust.. Jafar Umar Thalib (JUT) (mantan Panglima Laskar Jihad di Ambon & Poso thn. 2000) yang hadir di Tanah Papua tepatnya di Koya Barat Distrik Muara Tami Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom pada awal Desember 2015, pasca insiden Tolikara 17 Juli 2015.

Caption Foto : Dr. H. Toni Wanggai, S.Ag. MA, saat bertemu Ketua MUI Pusat KH. Prof.Dr. Ma’ruf Amin/Rais ‘Aam PBNU (saat ini menjadi Cawapresnya Presiden Joko Widodo).  dan Berjumpa dengan Prof. Dr. Din Syamsudin serta Kapolda Papua, Irjenpol. Martuani Sormin dan bersama semua Anggota Pokja Agama menjumpai Wapres Jusuf Kalla. (Foto Pribadi Toni Wanggai )

 


Pada bulan Maret 2018 dengaan kekuatan penuh 51 anggota MRP bertemu Bupati Keerom, almarhum Bapak Celsius Watae), setelah melayangkan surat peringatan ke-3 kepada Ust. JUT untuk menutup Pesantren Ihya As-Sunnah di Arso 14 seluas 25 ha yang didirikan tanpa IMB dan ijin Kementerian Agama dan juga ditolak FKUB Kabupaten Keerom  dan masyarakat adat.

Tetapi dilawan oleh ust. JUT dengan membuat surat Pengaduan ke Presiden RI Jokowi.
Maka langkah MRP, pada Juni 2018 bertemu Ketua MUI Pusat KH. Prof.Dr. Ma’ruf Amin/Rais ‘Aam PBNU (saat ini menjadi Cawapresnya Presiden Joko Widodo).

Dan selanjutnya bertemu Staf Khusus Presiden bidang Kerukunan Agama  dan Dialog Antar Peradaban, Prof. Dr. Din Syamsudin (mantan Ketua Muhammdiyah). Berkat mediasi Prof Din, kami dipertemukan dengan  Wapres Jusuf Kalla yg memprakarsai perdamaian di Ambon dan Poso menangani Laskar Jihad pimpinan Ust. JUT. Dan berjanji akan membentuk Tim Investigasi ke Papua.


Dan akhirnya upaya MRP Pokja Agama, dijawab dgn ditetapkan tersangka Ust. JUT & 6 Santrinya oleh Kapolda Papua, Irjenpol. Martuani Sormin pada tanggal 28 Februari 2019 karena insiden kekerasan & penganiayaan terhadap warga Koya Barat Distrik Muaratami Kota Jayapura tanggal  27 Peb. 2019.


Kami MRP akan tetap mengawal proses hukum tetap Ust. JUT & segera meninggalkan Tanah Papua karena dakwahnya yang radikal dan intoleran yang bertentangam dengan komitmen kami semua umat beragama yang telah mendeklarasikan visi Papua Tanah Damai sejak 2002, mengantisipasi konflik Ambon dan Poso begeser ke Tanah Papua.


Tuhan memberkati kita semua. Barakallah fikum. Salam Damai.

Jayapura, Selasa, 5 Maret 2019

*) Penulis Dr. H. Toni Wanggai, S.Ag. MA. adalah Anggota Pokja Agama Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Ketua NU Papua).