Jafar Umar Thalib Tra Jelas, Harus Ditindak Tegas dan Dipulangkan

0
614

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kasus pengrusakan rumah warga di Koya Barat yang tengah ramai diperbicarakan oleh masyarakat Kota Jayapura dan sekitaranya, mendapat protes keras dari persekutuan gereja-gereja di Tanah Papua.

Sebagaimana diketahui kasus ini dilakukan oleh sekolompok orang yang dipimpin oleh Jafar Umar Thalib (JUT) beberapa waktu lalu di Koya seusai ibadah sholat subuh.

Terkait kasus ini sejumlah kerukunan umat beragama di Tanah Papua mengadakan aksi demonstrasi menuntut agar para pelaku diproses secara hukum dan segera dikeluarkan dari Papua.

Menurut Pdt. Jhon Baransano selaku pimpinan aksi mengatakan, peristiwa yang terjadi merupakan sebuah hal yang mencederai persatuan kerukunan umat beragama di Provinsi Papua selama ini.

“Hari ini dari persekutuan gereja-gereja di Provinsi Papua dan semua dedominasi agama, baik Muslim, Hindu, Budha kami kumpul dan meminta agar Gubernur Papua, Bupati Jayapura, Wali Kota Jayapura serta semua steak holder sampai masyarakat, kami minta agar JUT dikembalikan (dipulangkan),” kata Pdt. Jhon Baransano kepada sejumlah wartawan disela-sela memimpin aksi demo di Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin, 4 Maret 2019.

“Sehingga peristiwa di Ambon dan Posso yang berbau Sara tidak terjadi di atas tanah Papua,” tambahnya.

Untuk itu dirinya meminta agar mereka dipulangkan.

“Kami minta atas nama umat dan seluruh komponen agar mereka segera dipulangkan,”ujarnya.

Ditambahkan umat muslim juga akan mengadakan aksi yang sama pada hari Selasa, (5/3)

Dirinya mengapresiasi tindakan Kapolda papua dapat bertindak tegas dalam mengusut kasus ini sampai ke pengadilan.

“Kami dengan umat akan terus mengawal proses ini, dan kami memberikan apresiasi bagi Kaploda Papua dan Kapolres Kota Jayapura dalam menjaga tanah ini tetap damai. Semua orang harus hidup dengan damai dalam kebersamaan,”katanya.

Sementara itu, Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), Pdt. Dorman Wandikbo mengatakan, kasus ini merupakan virus bagi anak negeri.

“Kalau mau datang bekerja, dan tinggal di sini tidak apa-apa tapi jangan menganggu kehidupan umat beragama,” katanya.

Dirinya mengungkapkan, bahwa masi ada kelompok pimpinan JUT ini tersebar di beberapa wilayah di Papua.

“Untuk itu kami minta tolong Gubernur, Kapolda, ketua DPR Provinsi Papua tolong cari dan usir mereka dari tanah ini,” tegasnya.  (Ardiles / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here