HUT  Kota Jayapura ke – 109, Dukcapil Gelar Pencatatan Nikah Massal 225 Pasangan

0
647
Wali Kota Jayapura dan Ibu Kepala Dinas Dukcapil,saat foto bersama pasangan nikah, usai melakukan pencatatan sipil nikah massal di GOR Waringin Kotaraja, Sabtu, 2 Maret 2019. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jayapura ke – 109, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura menggelar pencatatan sipil pernikahan massal bagi 225 pasangan terdiri 189 pasangan Kristen, 35 pasangan Katolik, 1 pasangan Budha, di GOR Waringin Kotaraja, Sabtu (2/3/2019).

 

 

Sedangkan,  77 pasangan Muslim akan di adakan pada tanggal 6 Maret 2019 di aula sian sorr kantor Wali kota Jayapura. Pasangan tertua pencatatan nikah masal ini adalah pasangan Ismail Wandi (72) dan Wa Ode Putri(46).

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat memberikan sambutan. (Fransisca / lintaspapua.com)

Kegiatan berlangsung meriah dengan lantunan beberapa lagu rohani di dendangkan oleh Wali Kota Jayapura, di GOR Waringin Kotaraja Jayapura, Sabtu(3/3/2019).

 

Ketua Panitia, Marice Patinama, mengungkapkan kegiatan pencatatan nikah massal ini bagi penduduk Kota Jayapura yang sudah memiliki surat nikah dari lembaga agama masing-masing.

 

“Sasaran kegiatan diutamakan penduduk Kota Jayapura yang pernikahannya sudah sah menurut agama. tetapi belum di catatkan secara administrasi negara atau belum di catatkan di Dukcapil, Kegiatan ini menunjang terwujudnya tertib administrasi,” ujar Marice Patinama.

Sementara itu,  Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengatakan, bahwa  kegiatan ini bertujuan membahagiakan warga Kota Jayapura serta mewujudkan kota Jayapura beriman, tertib administrasi.

Caption Foto : Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jayapura ke – 109, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura menggelar pencatatan sipil pernikahan bagi 225 pasangan terdiri 189 pasangan Kristen, 35 pasangan katholik ,1 pangan Budha, di GOR Waringin Kotaraja, Sabtu (2/3/2019).

“Pernikahan Tercatat di surga dan di bumi dan ini gratis, Tujuan saya ingin membahagiakan masyarakat Kota Jayapura, tugas pemerintah membantu pencatatan administrasi negara, saya percaya warga kota Jayapura memiliki e  – ktp,” ujar Benhur Tomi Mano, dalam sambutannya.

Ditambahkan, bahwa bila Sudah berkeluarga,  maka memiliki kartu keluarga, bila di berkati buah rahimnya memiliki anak,  maka memiliki akte kelahiran dan KTP anak.

 

“Kalau ada warga yang meninggal dunia, mereka memiliki surat kematian,  tapi saya  tidak mendoakan warga saya meninggal, semua umurnya panjang, kalau ada perceraian ada surat cerai, tapi saya tidak menginginkan perceraian terjadi biar maut yang memisahkan, warga Jayapura beriman,” kata Wali Kota Jayapura memberikan pesan kepada 225 pasangan nikah massal.

 

Wali Kota Jayapura anak asli Kampung Tobati ini, berkeyakinan dan percaya,  bahwa warga Kota Jayapura adalah pemilik Rumah ini, honai, istana kita bersama.

“Kalau pemilik Rumah ini, mereka bangun pagi bersihkan rumahnya, tidak membuang sampah sembarangan, tidak tebang pohon, karena merasa memiliki rumah ini, yang makan minum di tanah ini adalah orang Port Numbay,” ucap Benhur Tomi Mano.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura, Merlan S. Uloli, SE, menjelaskan, bahwa  kegiatan ini adalah kegiatan tahunan rutin sejak Wali Kota Benhur Tomi Mano menjabat dan  bekerjasama dengan gereja, menyadari kebutuhan surat ini penting untuk semua pasangan dan keturunannya.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Jayapura, Merlan Uloli,, saat diwawancari awak media. (Fransisca / lintaspapua.com)

“Kegiatan kita ini sudah tahun ke – 7 di kepemimpinan Bapak BTM, target kita 200 pasangan, tapi yang mendaftar 225 pasangan bukan berarti ada pengurangan dari sebelumnya, ini kita lakukan kerjasama dengan semua gereja dan tempat ibadah lain,” tuturnya.

Diakui,  gereja yang melangsungkan pernikahan di masing – masing gereja.

 

 

“Ini tentunya  kesadaran mengurus, mencatatkan nikah mereka sesuai undang-undang, sehingga nantinya yang membutuhkan dokumen adalah anak mereka juga  nantinya,” pungkasnya. ( Fransisca / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here