SENTANI (LINTAS PAPUA) – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura menggelar Sosialisasi Implementasi Transaksi Non Tunai dalam belanja APBD Kabupaten Jayapura tahun 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan ini dilakukan pada hari Sabtu (2/3/2019) pagi pekan kemarin di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura. Diikuti oleh bendahara pengeluaran dan juga bendahara pengeluaran pembantu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., dalam sambutannya mengatakan, penerapan terhadap transaksi non tunai dalam belanja APBD di Kabupaten Jayapura itu sudah terlambat satu tahun.

“Dan, ini menurut saya sudah tertinggal jauh, dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Jadi, pertemuan hari ini (Sabtu, 2/3 pekan kemarin) dengan kita semua ada di tempat ini, maka itu kita harus bisa memulai dan peraturan bupati juga sudah kita keluarkan untuk memulai ini sejak bulan Februari 2019,” ungkap Mathius Awoitauw.

Adapun narasumber yang hadir pada sosialisasi ini Drs. Syarifuddin, dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah dan pihak perbankan.

Lanjut Mathius, perkembangan teknologi informasi yang diikuti dengan tingkat persaingan Bank yang semakin tinggi mendorong sektor perbankan atau non Bank untuk semakin inovatif dalam menyediakan berbagai alternatif jasa pembayaran non tunai.

“Ini penting, karena membantu kita untuk percepatan-percepatan kerja-kerja kita. Jadi, kalau pelayanan publik kepada masyarakat ini menjadi tanggung jawab kita yang harus kita selesaikan dengan baik, maka mau tidak mau ini harus kita lakukan dalam waktu yang cepat,” kata Mathius.

”Sistem pembayaran yang efisien dapat diukur dari kemampuan dalam menciptakan biaya yang minimal untuk mendapatkan manfaat dari suatu kegiatan transaksi,” sambungnya.

Selanjutnya, Mathius berharap melalui transaksi fisik yang sudah mulai digantikan, nantinya akan merubah perubahan transaksi tunai menuju transaksi non tunai dengan keuntungan yang diperoleh negara melalui penghematan biaya transaksi. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here