Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Naskotika Nasional (BNN) Provinsi Papua, Kasman M.Pd., saat memberikan penghargaan kepada Duta anti Narkoba Kota Jayapura. (Ardiles / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Rendi Irianto dan Alin F. Ferre, terpilih sebagai Duta anti narkoba Kota Jayapura, dalam grand Final pemilihan Tan dan Monj Port Numbay 2019, yang berlangsung disalah satu Hotel di Kota Jayapura, Jumat, (1/3/2019).

 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN, Provinsi Papua, Kasman M.Pd., yang hadir dalam acara malam puncak tersebut mengatakan,  duta anti narkoba yang terpilih akan dibina dan dibimbing dalam menyeruakan bahaya narkoba.

 

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Naskotika Nasional (BNN) Provinsi Papua, Kasman M.Pd., saat foto bersama dengan Duta Anti Narkoba Kota Jayapura. (Ardiles / lintaspapua.com)

“Kedepan duta anti narkoba yang terpilih akan kami bina dan bimbing dan sebagai corong untuk kami didepan guna menyeruakan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” katanya.

Dikatakan, maraknya narkoba lebih dominan pada usia-usia prosuktif yaitu usia 10 sampai 59 tahun.

“Lebih dominan di Provinsi Papua oleh kalangan muda pada usia yang memang relatif antara 10 sampai 30 tahun,” ujarnya.

 

Sehingga ini menjasi kewaspadaan dari BNN sendiri, ia pun berharap Duta anti narkoba yang terpilih malam ini yang punya qualified dan kompetensi, memiliki dedikasi serta bersih dari penyalahgunaan narkotika.

 

Ditambahkan, dalam proses rekruitmen Tan dan Monj BNN turut ambil andil, dalam hal memeriksa urin dari para finalis Tan dan Monj sebanyak 20 sampel.

 

“Puji Tuhan hasil semuanya negatif, bearti saya percaya dan yakin bahwa putra-putri pariwisata dan putra putri anti narkoba yang terpilih adalah bersih dari penyalahgunaan narkotika,” kata Kasman.

Ia bahkan berharap kedepannya di Kabupaten lain juga dapat menyelenggarakan duta pariwisata sekaligus pemilihan duta anti narkoba bukan Kota Jayapura saja.

“Saya harap ada kabupaten lain yang menyeleanggarakan duta pariwisata sekaligus pemilihan duta anti narkoba, sehingga pada setiap kabupaten ada perwakilan duta anti narkoba,” ujarnya.

“Setelah terpilih duta anti narkoba ditingkat Kabupaten/Kota maka selanjutnya sudah ada kerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Papua untuk memilih duta pariwista tingkat provinsi,” tambahnya

Hal inilah yang juga menjadi corong untuk dapat bersama BNN menyeruakan pencegahan narkotika sejak dini.

 

Untuk yang terpilih sambung Kasman, pertama harus memiliki program, visi dan misi khusus untuk pencegahan narkotika di Kota Jayapura.

“Karena ini generasi milenial, dimana ini era yang harus kita tantang betul apalagi ini menuju abad ke 21 era revolusi industri, tentunya harus memiliki beberapa program, komitmen untuk sama sama kami menyeruakan pencegahan narkotika dan pemberdayaan masyarakat,”ujarnya

“Bagaimana kita memperdayakan korban penyalahgunaan narkotika dan bangkit, bangun, pulih dan menyeruakan tentang narkotika,” kata Kasman menambahkan.  ( Ardiles / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here