Kader Gereja KINGMI di Tanah Papua, Willem Wandik, saat membawa materi di saat pembukaan raker ke III Klasis Kota Jayapura di Gedung gereja Betel Perumnas III Waena, selasa (26/2/2019) kemarin. (Foto Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Gereja KINGMI Khususnya Klasis Kota Jayapura yang terdiri dari 21 Jemaat,akan menggalakan pembangunan TK (Taman Kanak Kanak) dan PAUD (pendidikan anak Usia dini), terutama di Gereja yang memiliki lahan dan sudah mapan.

Demikian hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) III Gereja Kemah Injil (KINGMI) Tanah Papua Klasis Kota Jayapura, yang berlangsung di Gereja Kingmi Betel Perumnas III, gerej betel Perumnas III Waena, selama tiga hari (26-28/2/2019) kemarin.

Ketua Klasis Kota Jayapura,  Pdt. Marthen Mauri,S.Th., mengatakan dalam raker ini, akan menyatukan persepsi untuk membangun TK dan PAUD,sehingga anak-anak sejak usia dini, terutama anak anak dari anggota jemaat KINGMI di Tanah Papua yang berdomisi di Kota Jayapura, bisa mengetahui pendidikan rohani dan umum sejak dini, terutama ajaran firman Tuhan.

“Pendidikan usia dini ini penting, karena anak-anak sejak dini mereka mengetahui tentang ajaran gereja,usia dini sudah terbangun, jelas itu modal untuk pembangunan gereja di masa yang akan datang,”ungkapnya.

Pdt. Marthen Mauri mengatakan gereja Kingmi di Tanah Papua, merupakan gereja pribumi terbesar di Tanah Papua dan sudah memiliki SDM SDM yang handal, yang siap untuk mengabdikan dirinya untuk perbangunan TK maupun PAUD.

“Pengetahun umum dan rohani berjalan bersama sama sejak dini, supaya pendidikan usia dini, menjadi dasar membangun gereja ini sejak dini,”tambahnya.

Sementara itu kader KINGMI DI Tanah Papua yang juga merupakan Bupati Puncak,  Willem Wandik, mendorong agar dalam Raker ini bisa merencanakan dan mengevaluasi program kerja yang kelak bisa membangun rohani bagi jemaat Kingmi di Klasis Kota Jayapura, yang diketahui memiliki jemaat yang cukup besar.

“Saya berharap dalam raker ini bisa merancang program yang bisa menentuh pembangunan rohani jemaat, terutama kawula muda, sebab di Kota Jayapura ini pengaruh cukup besar, dengan kegiatan rohani yang baik, bisa membentengi anak-anak muda kita dari pengaruh negatif,” ujarnya. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here