Komitmen untuk Energi Berkeadilan, BBM Satu Harga Resmi Hadir di Yalimo dan Halmahera Timur

85

HALMAHERA TIMUR (LINTAS PAPUA)  –   Untuk mewujudkan komitmen dalam menyalurkan energi berkeadilan bagi masyarakat di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal), PT Pertamina (Persero) – Marketing Operation Region VIII, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan Kementerian ESDM  meresmikan SPBU Kompak 86.995.19 yang terletak di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Papua dan SPBU Kompak 86.976.13 di Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Selasa (26/02/2019).

 

Program ini merupakan bagian dari program BBM Satu Harga di wilayah Papua dan Maluku Utara.

Hadir dalam peresmian di Yalimo adalah Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa; Region Manager Retail Fuel Marketing VIII, Fanda Chrismianto; dan Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Yalimo, Yosua Kepnop.

 

Sementara itu,  hadir dalam peresmian di Halmahera Timur adalah Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Tjatur Sapto Edy; Dirjen Minerba Kementrian ESDM, Bambang Gatot Ariyono; Region Manager Supply & Distribution VIII PT Pertamina (Persero), Salahuddin; dan Asisten 3 Bidang Hukum dan Pemerintahan Halmahera Timur Thamrin Bahar.

 

Unit Manager Communication, Relation, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho mengatakan bahwa dengan diresmikannya SPBU Kompak di Distrik Abenaho, Yalimo dan Kecamatan Maba Selatan maka warga sekitar bisa mendapatkan BBM di wilayahnya sendiri dan menikmati harga yang sama dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia yakni Premium Rp. 6.450/liter dan harga Solar Rp. 5.150/liter sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 4738 Tahun 2016.

 

“Ini adalah komitmen Pertamina untuk menyalurkan energi secara adil,” paparnya.

 

Sementara itu, Fanshrullah Asa  menyampaikan bahwa realisasi program BBM Satu Harga di wilayah timur Indonesia merupakan upaya pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

 

“Inilah wujud kepedulian Pemerintah untuk keadilan energi,” ujar Fanshurullah.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dukungan dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan TNI sangat diperlukan agar pelaksanaan BBM Satu Harga berjalan dengan lancar.

 

“Kami mengharapkan agar Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Daerah bersama-sama mengawal program yang dijalankan pemerintah melalui Pertamina ini. BPH Migas mendapatkan amanah dalam UU untuk menjamin distribusi BBM, ” paparnya.

 

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, mengharapkan dengan adanya SPBU Kompak, ini akan sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat.

 

“Ini akan membantu mengakselerasi ekonomi masyarakat baik transportasi, distribusi, dan kegiatan ekonomi yang tentunya diharapkan kedepan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” terang Bambang

 

SPBU Kompak 86.995.19 Distrik Abenaho yang diresmikan hari ini merupakan bagian dari program BBM Satu Harga yang telah melakukan uji operasi pada akhir tahun 2018 yang lalu.

 

SPBU Kompak ini melayani masyarakat dengan menyediakan BBM jenis  premium dan solar dengan kapasitas Premium 50 KL dan Solar 10 KL yang dipasok dua kali dalam sebulan. BBM di Distrik Abenaho dikirim dari titik suplai (supply point) Jobber Timika yang diangkut menggunakan mobil tangki Pertamina kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat terbang dan mobil truk dengan waktu tempuh normal hingga 4 jam.

 

Sementara itu, SPBU 86.976.13 di Kecamatan Maba Selatan dikirim dari Terminal BBM Tobelo dan diangkut dengan menggunakan mobil tangki. Jarak yang ditempuh yakni sejauh 290 km dengan waktu tempuh normal hingga 24 jam. Adapun setiap sebulan akan dipasok masing-masing sebanyak 60 KL Premium dan 10 KL Solar.

 

Dengan beroperasinya lembaga penyalur tersebut, Pertamina berharap adanya dukungan oleh berbagai pihak terkait, seperti Kementerian ESDM, BPH Migas,  pemerintah daerah, aparat kepolisian dan TNI untuk melakukan pengawasan dan peran aktif masyarakat agar BBM 1 Harga dapat berjalan dengan tepat sasaran sehingga bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. (Fransisca / Comrel & CSR MOR 8)