Bupati Mathius Awoitauw Akui Wujudkan Kabupaten Layak Anak Terkendala Koordinasi dan Kerjasama

0
559

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., mengatakan kurangnya koordinasi dan kerjasama antara pemerintah daerah, gereja dan juga LSM yang selalu berjalan sendiri-sendiri menjadi kendala utama dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di kabupaten itu yang akan dimulai dari kampung.

 

“Jadi untuk mewujudkan Kabupaten Jayapura sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) bukanlah hal yang mudah, karena sampai saat ini pihak pemerintah selalu saja menemui kendala,” katanya kepada wartawan usai pembukaan Seminar Sehari Perlindungan Anak, Rabu (27/2/2019) kemarin siang.

Seminar sehari tentang Perlindungan Anak ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung C Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Kita sudah sepakat ini dimulai dari kampung. Ternyata memang koordinasi dan kerjasama ini selalu menjadi hambatan sehingga pemerintah, gereja dan LSM selalu berjalan sendiri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk menangani anak sebenarnya tidak membutuhkan biaya yang besar.

 

“Paling hanya untuk permainan dan makanan bergizi saja, hal lain yang juga penting adalah ruang bermain anak. Kalau ini bisa ditangani, ya pasti banyak orang yang bisa membantu, hanya memang ini dianggap tidak terlalu penting untuk memikirkan masa depan anak padahal inikan sangat penting juga,” imbuhnya.

 

 

Menurutnya, jika OPD terkait bisa berkoordinasi dengan pihak gereja dan LSM, serta dikoordinir dengan baik, maka akan sangat kuat untuk menjadikan Kabupaten Jayapura sebagai Kabupaten Layak anak.

 

 

“Namun demikian, kami di Kabupaten Jayapura dengan tegas menyatakan siap untuk menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA),” tegasnya.

 

Bupati Jayapura juga mengatakan, untuk mewujudkan Kabupaten Jayapura sebagai kabupaten layak anak, pihaknya akan memulai hal itu dari kampung.

 

 

Ia pun berharap, dengan komitmen ini seluruh pihak di Kabupaten Jayapura bisa saling bertukar pikiran agar anak benar-benar mendapatkan haknya.

 

“Agar anak benar-benar ramah dan layak di tempatnya. Supaya bisa bertumbuh menjadi anak-anak yang bisa diandalkan untuk masa depan bangsa,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here