Supardi : Kotak Suara yang Lama Masih Kuat, Walaupun Ada Sebagian yang Terbuat dari Kardus

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Sekretaris KPUD Kabupaten Jayapura, Supardi, mengatakan, pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 baik itu Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada tanggal 17 April 2019 nanti pihaknya tetap akan menggunakan semua kotak suara yang sudah pernah digunakan pada Pilpres 2014 lalu. Alasannya, semua kotak suara tersebut masih layak digunakan dan masih kuat.

“Yang lama masih kuat dan sangat kuat. Karrna seluruh kotak suara yang ada dari tahun 2014 lalu itu masih ada sampai sekarang ini dan sangat kuat. Jadi, kami menggunakan yang lama karena masih ada dan kuat sekali,” kata Supardi kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Pemilu 2019 di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (25/2/2019) siang.

 

 

Klaim Supardi menyebutkan, kotak suara ini masih bisa digunakan karena masih sangat kuat itu ada yang terbuat dari aluminium maupun kardus.

 

 

Sehingga dalam pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 ini KPUD Kabupaten Jayapura tetap kan menggunakan kotak suara sisa dari Pilpres 2014 yang terbuat dari karton atau kardus.

 

 

Dirinya juga mengatakan bahwa saat ini koya suara yang akan didistribusikan ke setiap TPS itu sudah berada di gudang KPUD Kabupaten Jayapura.

“Kotak suara yang akan kami distribusikan ke setiap TPS itu masih berada di gudang KPUD Kabupaten Jayapura,” kata dia.

Selain itu, drinya juga mengungkapkan bahwa saat ini surat suara Pemilu 2019 untuk Kabupaten Jayapura itu sudah tiba di Pelabuhan Jayapura.

“Jadi, nanti sebentar (kemarin sore) ini kita akan turun untuk menyaksikan pembongkaran logistik Pemilu tersebut,” ungkap Supardi.

Ketika ditanya soal jumlah DPT Kabupaten Jayapura, Supardi mengatakan, bahwa total keseluruhan DPT adalah 126.426 dan ditambah 2 persen masyarakat yang belum terdaftar di dalam DPT.

“Untuk surat suara nanti kita lihat berita acaranya dulu. Jadi, kita lihat lagi nanti pas pembukaan kontainer,” tuturnya.

Dirinya juga memaparkan, jika ada warga yang sudah memiliki KTP-el, tetapi belum masuk dalam DPT itu bisa melapor ke KPU ataupun PPID dan akan sesegera mungkin di masukan ke dalam DPT. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)