JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Jayapura bersama para guru harus rela menghentikan proses belejar mengajar selama beberapa hari kedepan. Pasalanya gedung sekolah terkena banjir pasca curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu.

 

Menurut, Alfrets Randang, S.Pd., selaku Wakasek Humas SMA Negeri 4 Jayapura, mengatakan dalam minggu ini aktifitas pembersihan akan berdampak pada persiapan pelaksanaan ujian sekolah nantinya. Sehingga ia berharap proses pembersihan ini bisa cepat terselesaikan.

Caption Foto : Suasana kerja bakti di lapangan upacara SMA N 4 Jayapura yang terdampak Banjir. (Ardiles / lintaspapua.com)

“Harapan kami proses pembersihan bisa cepat selesai, kami upayakan minggu depan dapat terselesaikan supaya proses belajar mengajar bisa berjalan kita tidak mau berlama-lama larut dalam kondisi ini,” kata Alfret saat di temui di lokasi sekolah tersebut Selasa, (26/02/2019).

 

Dikatakan, selama ini ada beberapa bantuan yang sudah datang, dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua juga Pemerintah Kota (Pemkota) Jayapura, juga Badan Penanggulagan Bencana (BNPB) Kota Jayapura.

 

“Dari Pemkot Jayapura telah memberikan bantuan berupa alat eksavator mini untuk menggaruk sampah dan ada bantuan dari alumni SMA Negeri 4 berupa alat penyedot air,” ujarnya.

 

Pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan terutama dari para alumni sehingga dapat membantu dalam membersihkan sampah yang sudah berjalan beberapa hari ini.

 

Ditambahkan selama ini pasca kebanjiran di SMA Negeri 4 Jayapura, belum ada perhatian dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

 

“Kami sudah kirim bukti foto kepada Dinas Pendidikan namun sampai sekarang belum ada yang mewakili untuk melihat langsung ke sini,” kata Alfret

 

Ia mengakui banjir kali merupakan yang terparah selama ini. “Jadi kami berharap secepatnya ada bantuan lagi agar supaya sekolah kami cepat bersih dan proses belajar mengajar bisa berjalan normal,” tandasnya.

 

Sementara itu salah satu siswa kelas XII, Geraldo mengatakan, sebenarnya dua hari ini proses belajar mengajar cukup terganggu dikarenakan adanya musibah ini, jadi selama itu pula guru tidak masuk mengajar sehingga ada beberapa materi yang dilewatkan dan ini harus diselesaikan

 

“Mengingat kami Kelas XII akan mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional (UAS) namun semuanya tertunda karena siswa bergotong royong membantu membersihkan lingkungan sekolah akibat dampak banjir kemarin, kata Geraldo.

 

Ia pun berharap Pemerintah dapat mengedukasikan masyarakat sekitar untuk selalu meningkatkan kebersihan dan mencegah pembuangan sampah terutama di saluran air.

“Sehingga kedepannya ketika musim hujan tidak ada banjir lagi,” katanya.  (Ardiles/lintaspapua.com)