SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Berdasarkan prediksi dan analisa daerah kerawanan, tidak semua daerah di Bumi Khenambay Umbay (sebutan Kabupaten Jayapura) masuk dalam kategori aman atau hijau. Namun masih ada beberapa daerah yang memiliki potensi-potensi gangguan keamanan atau rawan konflik, sehingga tetap harus ada antisipasi.

Jajaran Polres Jayapura bakal mengerahkan personel kekuatan sekitar 400 orang, dalam mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 baik itu Pilpres maupun Pileg yang akan digelar pada 17 April 2019 nanti. Kekuatan itu merupakan gabungan TNI-Polri dan ditambah beberapa organisasi kemasyarakatan.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Makbon yang ditemui wartawan usai pelaksanaan Rakor Pemilu 2019 di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (25/02/2019) kemarin siang.

 

Dikatakan Kapolres Jayapura, bahwa jumlah itu barulah perencanaan saja.

Tapi, nanti kita lihat lagi dengan bobot ancaman berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan yang sampai saat ini masih kita assesment dengan adanya masukan-masukan dari seluruh pihak,” katanya

Kapolres Jayapura juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan pengamanan Pilpres dan Pileg 2019, pihaknya juga akan melibatkan komunitas komunikasi radio seperti Orari dan Rapi yang ada di Kabupaten Jayapura.

 

“Keterlibatan komunitas ini sangat perlu. Supaya bagaimana nanti informasi yang ada di distrik bahkan yang terjauh sekalipun bisa sesegera mungkin diinformasikan ke tingkat kabupaten, agar kita bisa langsung mengambil langkah-langkah terkait dengan pengamanan di tingkat distrik dan kita bisa langsung juga membuat solusi untuk kendala-kendala yang terjadi,” papar Kapolres.

 

Ditanyai wartawan soal daerah-daerah yang sangat rawan terjadi kecurangan dan konflik, Kapolres Victor menuturkan bahwa daerah yang terbilang rawan itu berada di daerah pemilihan (Dapil) I meliputi Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura.

“Selain di Dapil I, Dapil IV juga terbilang rawan karena daerahnya sangat jauh. Kalau di Dapil IV ini karena jaraknya terlalu jauh. Tapi, kalau di Sentani ini TPS nya banyak,” bebernya.

Dicecar lagi apakah personil yang akan melakukan pengamanan ini akan di fokuskan di daerah yang terbilang rawan, Kapolres Victor mengatakan bahwa semua itu ada komposisinya untuk melakukan pengamanan.

 

“Tentunya ada strategi kita untuk melakjkan pengamanan terutama dalam rangka mengatisipasi bila ada ancaman, gangguan, hambatan dan rintangan kami TNI-Polri akan segera merespon permasalahan ini” pungkasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)