JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Pelelangan Barang Jasa (BPBJ) Kota Jayapura menaikan setingkat level lebih tinggi untuk pengaplikasian SPSE dalam pelelangan menjadi 4.3, bertempat kantor Walikota di Aula Sian Sor, Selasa (26/2/2019)

 

Kepala BPBJ Kota Jayapura, Mathias B. Mano, mengatakan bahwa dalam tingkatan Pokja di berikan pemahaman untuk pengoprasian aplikasi ini,di mana sistem pengadaan secara elektronik di sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

“Dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang apalikasi yang di kembangkan oleh LKPP RI ,juga memberikan pengetahuan sunstansi tentang pemilihan penyedia,” ujar Kepala BPBJ Kota Jayapura, Mathias B. Mano, dalam sambutannnya.

 

Selain itu untuk memberikan paduan teknis penyedia langsung secara elektronik berdasarkan surat keputusan LKPP RI,dan memberikan pengetahuan untuk pembayaran pajak pengadaan batang secara langsung,menyamakan presepsi peningkatan  bagi pokja untuk pengadaan di lingkungan Kota Jayapura.

 

Sementyara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM.,  dalam sambutanya mengatakan kiranya Pokja BPBJ dan bagian pengadaan dapat memahami aplikasi ini dengan baik.

“Apalagi kota Jayapura dalam menuju sebagai kota Smart City tidak boleh tertinggal dari perkembanhan tekhnologi yang ada saat ini,” tuturnya.

 

“Ini adalah salah satu kecangihan internet yang harus kita  akses termasuk bagi  si pengelola jasa dan penyedia jasa,” katanya

Rustan Saru berharap,  ketika pelelangan dan tender bisa ada kemudahan melalui aplikasi ini  dan ini memasuki bersi terbaru di mana di dalamnya ada pembaharuan tekhnis pengadaan.

“Ada perubahan regulasi kalau kita salah menerjemahkan maka kita akan gagal,dan di dalam versi terbaru ini langsung di rancang oleh BPK beda kalau versi lama.kan hanya Pokja yang merancang,”ucapnya

Untuk itu ia meminta,  agar semua peserta harus bisa memahami hal ini dengan baik,dan juga dalam pengerjaan pekerja menjadi lebih terarah dan tepat sasaran tepat wakru.

 

“Jangan nanti ketika di bahas dalam monitoring lelang dan pengerjaan tender kita terlambat terus,namun kalau dengan baik kota kerjakan .aka juni kita tinggal masuk dalam APBD perubahan,”pintanya

 

Pihaknya pun berharap,  apabila semua sudah dapat mrmahami dengan baik pengunaan aplikasi ini dengan maka semua akan berjalan dengan cepat dan dapat terbebas dari KKN.

 

“Nantinya akan ada transpalansi,akuntabitas,dan menjadi hal yang positif ,dan lelang tahun ini semoga dapat berjalan dengan cepat,”harapnya

 

Sementara itu bagian Ditektorat pengembangan SPSE bagian training dan suport Salman Alfari mengungkapkan dalam peratutan Perpres terbaru ini banyak sekali terjadi perubahan salah satunya yakni mengenai aplikasi SPSE.

 

“Di mana saya akan mengajarkan kepada peserta tentang  sistem pengadaan elektronik mulai dari pembuatan drafnya kemudian nanti di lanjutkan oleh LKPPJ dan selanjutnya pada Pokja pemilihan,”ungkapnya

 

Lebih lanjut di katakanya,  untuk perbedaan aplikasi sebelumnya denhan saat ini terletak pada masih mengunakan Pepres yang lama.

 

“Kalau untuk 4.2 masih model lama sedangkan untuk 4.3 itu sudah di gunakan di seluruh indonesia karena aplikasi ini satu -satunya yang sudah linear,komplair,dan cocok dengan Pepres terbaru,” pungkasnya. (Fransisca / lintaspapua.com )