Sekda Papua Resmi Melantik Musa Haluk Pimpin KAPP 2018 – 2023

0
938
Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen resmi melantik pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) periode 2018 – 2023 yang diketuai Musa Haluk, Selasa (26/2/2019) di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen resmi melantik pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) periode 2018 – 2023 yang diketuai Musa Haluk, Selasa (26/2/2019) di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura.

 

Pelantikan ini mengganti pengurus sebelumnya yang diketuai Merry Yoweni, meski kembali terpilih pada Konferensi III KAPP se-Bumi Cenderawasih, yang dilaksanakan selama sehari, pada Desember 2017 lalu.

Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) periode 2018 – 2023, Musa Haluk, usai dirinya dilantik di Gedung Negara Dok V Jayapura. (Fransisca /lintaspapua.com)

“Kita harapkan para anak-anak muda dari lima wilayah adat yang dilantik dalam kepengurusan KAPP kali ini bisa ada kerja sama untuk mendukung pembangun ekonomi di wilayah ini,” terang Hery di sela-sela pelantikan itu.

Sementara itu,  Ketua KAPP, Musa Haluk berjanji, siap menakhodai perahu pengusaha asli daerah ini menuju kemakmuran.

 

 

 

“Apalagi KAPP ini merupakan kumpulan anak dari dewan adat Papua. Yang pasti perahu ini siap saya kemudikan sampai di pelosok-pelosok kampung ,”terang ia, disela-sela pelantikan itu.

Pihaknya pun mengajak,  seluruh pengurus untuk menyatukan tekad membangun dan menyiapkan orang asli Papua menjadi pengusaha pribumi yang sukses, mandiri dan siap membantu sesama agar hidup mandiri, sejahtera dan berkeadilan.

Dihubungi terpisah, Merry Yoweni yang mengaku masih sebagai Ketua KAPP dan didukung hampir seluruh ketua-ketua organisasi pengusaha adat di kabupaten dan kota, cukup terkejut dengan pelantikan itu.

Sebab dirinya bersama pengurus KAPP dibawahnya juga dilantik oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) periode 2018 – 2023. Resmi Dilantik Sekda Papua atas nama Gubernur Papua. (Foto Pribadi Ketua III KAPP, Jhon Kobogau)

“Kita sayangkan pelantikan ini sebab mestinya pemerintah provinsi bertindak sebagai mediator bukan sebagai pemecah belah. Ini tanda-tanda susahnya membangun ekonomi Papua dengan sistem seperti ini,” nilainya.

Ia katakan, heran dengan sikap gubernur yang sebelumnya menginstruksikan, agar kisruh kelembagaan KAPP, dikembalikan kepada mekanisme organisasi, justru melantik Musa Haluk.

 

 

“Artinya Gubernur tidak konsisten dengan apa yang diucapkan ke publik. Bahkan pada 20 Februari 2019 lalu saya bertemu dengan Asisten Bidang Pemerintahan,  Doren Wakerkwa dan beliau meminta untuk menghubungi pendiri atau orang netral untuk memediasi kami. Tapi ternyata sudah ada pelantikan,” keluhnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here