JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (PEMILU) tahun 2019 17 April mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua bersama Bawaslu Papua menggelar Focus Group Discusion (FGD) tentang penyusanan, perumusan pengumutan suara dengan sitem noken atau ikat pada Pemilu 2019 di Hotel Grand Abe, Selasa 26 Februari 2019.

 

Dalam FGD yang dilakukan, turut hadir Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay bersama dua Anggotanya yakni,  Tarwinto dan Sandra Mambrasar. Bawaslu Papua yakni, Niko, Patah, Jamal dan Kesbangpol Papua, Siti.

 

Selain Komisioner KPU dan Bawaslu Papua, turut hadir juga mantan Ketua KPU Papua, Feri Kareth dan  Benny Swenny.

 

Komisioner KPU Papua, Sandra Mambrasar selaku pelaksana FGD  mengatakan FGD yang digelar KPU Papua ini bertujuan  dapat menghasilkan pemahaman bersama antara KPU sebagai  penyelenggara Pemilu.

 

“Bawaslu sebagai pengawas Pemilu, dan peserta Pemilu juga masyarakat yang wilayahnya menggunakan sistem noken dalam pelaksanaan Pemilu 17 April.

 

 

“Sebelum pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang, perlu kita menyiapkan serta memberikan masukan terhadap petunjuk teknis sistem Noken berupa masukan  berarti guna menghasilkan keputusan berupa draf dan popok-pokok pikiran, guna di sampiakan kepada KPU RI untuk membuat perutarurannya tentang sitem noken di beberapa daerah di Papua,” ungkap Sandra.

 

Hingga berita ini disiarkan, KPU Papua dan Bawaslu Papua masih berdiskusi untuk menghasilkan draf sistem Noken.  (Richard Mayor / lintaspapua.com)