Novel “Mimpi Anak Papua” Diluncurkan : Karya Jackie Ambadar dan Hendra G. Lukito

0
1633
Suasana Peluncuran Novel “Mimpi Anak Papua”. Rencananya, sebagian dari hasil penjualan novel maupun garapan film akan diserahkan untuk membantu “Program for Papua,” sebuah misi sosial yang bertujuan membantu pendidikan anak-anak di Tanah Papua. (Julian Howay / lintaspapua.com)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Sebuah novel berjudul “Mimpi Anak Papua” yang menceritakan kisah kehidupan dan petualangan anak-anak Papua kini telah hadir sekaligus menambah sederet karya sastra serupa tentang kisah-kisah menarik dari negeri indah di ujung timur Indonesia ini.

Pada acara peluncuran dan diskusi yang bertempat di ruang bedah buku, Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Jumat (23/2/2019), Jackie Ambadar, salah satu penulis novel ini mengisahkan, motivasinya menulis novel bertolak dari pengalamannya saat mengunjungi sejumlah tempat di Tanah Papua.

“Dari kunjungan itu, selalu terbayang hal-hal yang menarik dan unik tentang Papua.  Inilah yang coba kami goreskan dalam novel ini bersama mimpi anak-anak Papua yang besar sehingga bisa diketahui dan menjadi motivasi bagi anak-anak Indonesia yang lain,” ujar Jackie di hadapan para hadirin.

Menurutnya, sejak awal belum ada keinginan untuk menulis novel. Sebab ia tidak punya pengalaman menulis dengan gaya bahasa sastra. Saat itu dia hanya tertarik untuk membuat skenario drama musikal dengan judul yang sama bersama Hendra G. Lukito, seorang penulis skenario dan sutradara film dari Yogyakarta.

“Atas usulan dan arahan mas Hendra akhirnya kami sepakat untuk menulis novel. Dia membantu dalam proses menulis alur cerita dan pengeditan bahasa hingga penerbitan,” jelasnya.

Alur cerita dalam novel ini bukan merupakan suatu peristiwa nyata sehingga menurut Jackie murni fiksi. Dengan begitu pembaca dapat mengabaikan tempat peristiwa (setting), waktu dan tokoh dalam kisah ini.

Hendra G. Lukito, yang juga terlibat menulis novel tersebut mengaku, proses penulisan dimulai pada 2017. Padahal kata dia, sebelumnya alur cerita dan skenario untuk membuat drama musikal sudah jadi sebelum novel ditulis dan tinggal dipentaskan.

“Biasanya sebuah film diangkat ke layar lebar berdasarkan cerita dari sebuah novel. Jadi novel sudah jadi kemudian film tinggal dibuat. Tapi yang kami lakukan ini justru terbalik karena skenario film dan drama musikal sudah selesai, lalu novelnya menyusul,” jelas Hendra.

Mengenai rencana pembuatan film “Mimpi Anak Papua,” dia mengaku masih butuh banyak riset dan diskusi dengan sejumlah pihak, termasuk akademisi dan budayawan di Papua. Tujuannya agar kisah dalam film ini benar-benar sesuai dengan budaya dan situasi kontekstual masyarakat Papua.

“Kami menghendaki agar ketika film ini jadi, bisa mendapat respon yang baik dan diterima masyarakat Papua,” ujar seniman dan sastrawan yang mengaku belum pernah ke Papua tapi merasa tertantang untuk menggarap film tentang Papua.

Novel setebal 263 halaman itu merupakan karya bersama Jackie Ambadar dan Hendra G. Lukito, yang diterbitkan Elex Media Komputindo (grup Kompas Gramedia). Novel ini sedang dalam proses penerjemahan ke dalam edisi Bahasa Inggris.

Rencananya, sebagian dari hasil penjualan novel maupun garapan film akan diserahkan untuk membantu “Program for Papua,” sebuah misi sosial yang bertujuan membantu pendidikan anak-anak di Tanah Papua. (Julian Howay / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here