Ketika mendengar keterangan resmi Bapak SBY dari Singapore bahwa Ibu Ani Yudhoyono terkena penyakit kanker darah, saya langsung ingin membagi kesaksian iman seorang teman yang juga disembuhkan dari penyakit kanker darah stadium akhir.

Tapi baru malam ini saya merasa perlu menceritakan kesaksian iman yang ajaib ini. Karena Pak Presiden Jokowi bersama istri hari ini besuk ibu Ani di Singapore dan berkata bahwa semua orang Indonesia mendoakan kesembuhan ibu Ani Yudhoyono…sepakat Pak Jokowi !

Saya punya teman baik dan sewaktu kuliah di Jogyakarta, kami bertemu di kelas kursus bahasa inggris di kota baru, Yogyakarta. Walaupun kami beda kampus, persahabatan kami tetap terjalin dengan baik. Suatu ketika teman saya ini sakit dan diopname di rumah sakit Panti Rapih Jogyakarta.

Saya datang melayaninya dan mendoakannya. Saya memastikan bahwa teman saya saat itu juga harus bertobat dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya Yesus dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya. Setelah di doakan, dia rasakan sesuatu yang berbeda di tubuhnya, dan peristiwa ” lahir baru ” ini kemudian mengubah jalan hidupnya.

Setelah wisuda, kami berpisah dan tidak saling kontak lagi. Tahun 2014 akhir, media sosial Facebook mempertemukan kami kembali. Teman saya sudah tinggal dan bekerja di negara Amerika Serikat. Dia menghubungi saya dan minta nomor telpon saya.

Lalu dia menghubungi saya dan menceritakan kondisi kesehatan istrinya yang divonis cancer darah. Dia sudah berdoa dan berpuasa, sudah meminta dukungan doa banyak hamba Tuhan. Dia dapat banyak janji Tuhan dari Firman Tuhan tentang kesembuhan istrinya. Saya kemudian diminta juga untuk berdoa buat kesembuhan istrinya.

Melalui telpon saya berbicara dengan istri dan sharing firman Tuhan. Memastikan kembali istrinya sudah ” lahir baru ” atau belum. Lalu saya berdoa untuk kesembuhan istrinya. Telpon berikutnya di hari yang lain, sebelum berdoa, saya cerita dulu tentang kuasa perkataan / deklarasikan Firman Tuhan dari Amsal 18 : 21 ” Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya “.

Saya kemudian lanjutkan dengan ceritakan kesaksian hidup saya mendeklarasikan Firman Tuhan dari Mazmur 91 : 1 – 16 !!!

Kisahnya seperti berikut…saya sejak kecelakaan lalu lintas tanggal 22 Januari 2012 yang hampir merengut nyawa saya di Jayapura Papua, kedua lutut saya hancur dan dada saya terbentur keras. Saya harus menjalani opname di rumah sakit Abepura Jayapura tapi kemudian dirujuk keluar Papua. Pasca operasi, saya lumpuh selama hampir satu tahun. Saya kemudian mulai berjalan kembali tahun 2013, namun pada bulan Juli tahun tersebut, saya mulai mengalami pendarahan dan muntah – muntah darah.

Berkali – kali saya harus keluar masuk RSUD Abepura dan RSUD dok 2 Jayapura utk menghentikan muntah – muntah darah saya. Ketika sedang dirawat di RSUD dok 2 Jayapura, seorang dokter ahli Paru di rumah sakit tersebut memvonis saya kanker paru ( dokter senior ini terkenal di RSUD dok 2 Jayapura, suka vonis kondisi pasien di depan2 pasien yang bersangkutan ).

Saya sempat terkejut dengan vonis dokter tersebut. Saya kemudian bangkitkan Iman saya. Mulai baca Firman Tuhan tentang ayat – ayat kesembuhan dan deklarasikan Firman Tuhan tersebut setiap hari. Tindakan iman tersebut saya lakukan setelah membaca kesaksian iman Ibu dari Pastor Joel Osteen, Senior Pastor di Lakewood Church, Houston, Texas, AS yg terkena kanker paru stadium empat, namun setia setiap hari mendeklarasikan Firman Tuhan kesembuhan ilahi hingga penyakit kanker ” kabur ” dari tubuhnya tanpa bekas sedikitpun.

Setelah menceritakan kesaksian iman saya tentang kuasa perkataan dengan  terus mendeklarasikan Firman dari kitab Mazmur tersebut kepada teman dan istrinya yang sakit kanker darah, saya kemudian mengajak mereka berdua untuk setiap hari pagi dan malam ucapkan dan deklarasikan Firman Tuhan dari mulut mereka. Mereka berdua bukannya mengucapkan 2 kali sehari, tapi sejak bangun mengucapkan, mau makan pagi mengucapkan, mau minum obat mengucapkan, mau istirahat setelh minum obat mengucapkan Mazmur 91 : 1-16..Wooww !.

Apa yang terjadi kemudian ? Sampai hari ini istrinya masih hidup, semakin sehat dan tidak ada lagi tanda bekas penyakit kanker di tubuhnya. Mereka kerja di Chicago, dan melayani di sebuah gereja lokal disana.

” SUDAH SELESAI ( YOHANES 19 : 30 )”!

YESUS KRISTUS SUDAH TANGGUNG SEMUA PENYAKIT KITA DALAM TUBUHNYA DI KAYU SALIB DAN YESUS BERKATA..SUDAH SELESAI ! KESEMBUHAN KITA SUDAH TERJADI DAN PENYAKIT SALAH ALAMAT KALAU DIA TINGGAL TERLALU LAMA DI TUBUH KITA..AMIN !

Jayapura, Jumat (22/02/2019)

(Penulis Adalah Marinus Yaung, Aktiv Sebagai Dosen dan Ikut Melayani Dalam Penginjilan kepada masyarakat )