Ritual Adat Masyarakat Sarmi Menolak Hasil Lima Besar KPUD yang di tetapkan KPU RI. (Foto Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Tidak  terima hasil penetapan 5 (lima) besar calon Anggota KPUD Sarmi periode 2019-2024 oleh KPU RI. Masyarakat adat Kabupaten Sarmi baik Dewan Adat Sarmi (DAS) maupun Lembaga Masyarakat Adat (LMA). Mengelar aksi ritual adat sebagai tanda penolakan terhadap hasil KPU Sarmi, Selasa 19 Februari 2019 di Kantor KPU Sarmi.

 

Aksi mereka itu menurut Kapolres Sarmi, berupa penyerahan petisi atau aspirasi kepada Bupati Sarmi, atas ketidakpuasan mereka dari hasil penetapan calon anggota KPU Sarmi itu.

 

“Ya tadi masyarakat adat, ada lakukan aksi di kantor KPU Sarmi. Aksi itu hanya penyerahan petisi kepada Bupati Sarmi, dan tidak ada pemalangan Kantor KPU Sarmi”,  ujar  Kapolres Sarmi,  AKBP Paul Izak Saukoly, saat di  konfirmasi,  Selasa (19/2/2018).  Siang.

 

Sebut Kepolres, bahwa aksi itu dipimpin oleh Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP),  Yakonias Wabrar bersama Masyarakat,  DAS, dan LMA.

 

“Dalam aksi itu mereka menempelkan daun di depan pintu Kantor KPU Sarmi, kemudian mereka foto sebagai bukti penolakan mereka atas hasil KPU Sarmi untuk ditunjukan kepada  KPU RI,” Ujar Kapolres Sarmi.

 

Kepolres pun menghimbau, kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Sarmi, lewat berbagai kesempatan bersama tokoh masyarakat,  tokoh agama, 16 ketua partai politik, KPU, Bawaslu dan TNI, Untuk  bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Sarmi tetap aman dan kondusif dalam menyonsong Pemilu 17 April 2019 mendatang. (Richard Mayor)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here