Relawan HIV – AIDS Siap Diterjunkan di 29 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua

0
558
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua telah menerima pendaftaran puluhan ribu relawan HIV/AIDS, Jumat (15/2/2019) kemarin. Mereka akan diterjunkan di 29 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Papua. Suasana Ibadah Relawan HIV - AIDS yang dipimpin Pdt. Lipiyus Biniluk, di Expo (Istimewa)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua telah menerima pendaftaran puluhan ribu relawan HIV/AIDS, Jumat (15/2/2019) kemarin. Mereka akan diterjunkan di 29 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Papua.

 

 

Hingga kini secara keseluruhan sudah 10.472 relawan yang telah resmi mendaftar ke KPA Provinsi Papua sejak pembukaan pendaftaran yang dilakukan beberapa waktu lalu.

 

Ketua Harian KPA Provinsi Papua, Yan Matuan menyatakan,  hari ini kita menjadi saksi pendaftaran yang dilakukan oleh 10.472 orang relawan yang akan secara resmi ditempatkan menjadi Relawan HIV/AIDS di 29 Kabupaten/Kota se- Provinsi Papua.

 

“Jadi, hingga hari ini (kemarin) sudah ada 10.472 orang relawan yang sudah mendaftar sebagai relawan HIV/AIDS kepada kami. Mereka ini nanti akan kita tempatkan di seluruh kabupaten dan akan masuk ke kampung kampung untuk mengambil data rill soal jumlah ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang ada di Provinsi Papua,” ujar Yan Matuan, saat ditemui wartawan usai pelaksanaan Ibadah Raya Relawan HIV/AIDS yang dilaksanakan di Taman Budaya Expo Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (15/02/2019) siang.

 

 

Selain mendata ODHA, Yan Matuan juga mengakui, bahwa  para relawan ini juga diberi tugas lain yakni, untuk mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat Papua, khsusnya yang berada di kampung-kampung.

Ketika ditanya wartawan terkait income yang akan didapatkan para relawan ini dari KPA Provinsi Papua, Yan Matuan mengatakan bahwa pihaknya akan memberi fasilitas kepada para relawan tersebut.

 

 

“Baik dari segi alat komunikasi, kendaraan dan juga akomodasi akan kami berikan kepada mereka” jawabnya.

Ditanya lagi soal besaran akomodasi yang akan diterima, Yan Matuan enggan menyebutkan angka tersebut secaa riil nya.

“Saya tidak bisa sebutkan angka sekarang, karena saat ini kita berjalan tanpa sedikit biayapun dari pemerintah. Dikarenakan sampai saat ini biaya yang kita usulkan itu masih menunggu DIPA dari Pemerintah Provinsi Papua” terangnya.

 

 

Dirinya juga menuturkan sebelum para relawan ini diterjunkan langsung nanti pihaknya akan menggelar raker telebih dahulu.

 

Disinggung lagi apakah para relawan ini apakah sudah menjalani tes HIV/AIDS, dirinya mengatakan bahwa hal itu akan dilakuan dalam waktu dekat ini.

 

“Ini kan jumlahnya banyak sekitar 10.472 orang relawan. Jadi, di tes ini tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua hari saja. Tetapi, tetap akan kita lakukan itu,” tegasnya.

 

Yan Matuan juga menambahkan bahwa pihaknya masih akan terus membuka pendaftaraan relawan hingga hari Senin (18/2) mendatang.

 

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Uncen kalau hari minggu (17/2) besok seluruh daftar nama yang sudah terdaftar ini akan kita tempel di Auditium Uncen nanti,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here