RIP, Ondoafi Kampung Mamda Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

38

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Yohan Wasanggai (72), Ondoafi Kampung Mamda, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura ditemukan tidak bernyawa didalam kamar 107 hotel Sentani Raya, Pasar Lama Sentani, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/2/2019) kemarin siang sekira pukul 12.00 WIT.

Berdasarkan informasi yang berhasil diterima oleh wartawan harian ini di Hotel Sentani Raya tersebut menyebutkan korban cek in didalam kamar hotel pada Sabtu (9/2/2019) sekira pukul 22.33 WIT, bersama salah seorang rekan perempuannya berinisial Y.

Yang sebelumnya telah datang dan memarkir mobil merk Grand Max warna hitam (tidak diketahui plat nomor kendaraannya) di parkiran bersama seorang laki-laki sebagai sopir (belum diketahui identitasnya).

“Pada malam sebelum korban ditemukan meregang nyawa, korban sempat keluar masuk hotel sebanyak tiga (3) kali untuk mencari makan. Korban terakhir masuk sekitar pukul 01.00 WIT dengan menggunakan mobil Grand Max dan tidak lama korban bersama reka perempuannya berinisial Y turun dari mobil lalu masuk ke kamar hotel, kemudian mobil keluar yang dikendarai oleh sopir (belum diketahui identitasnya),” sebutnya.

Dimana pada Minggu (10/2/2019) dinihari sekira pukul 01.30 WIT, korban keluar dari kamar hotel untuk membeli air putih sebanyak 2 (dua) botol dan korban masuk kembali ke kamar hotel.

Pada hari Minggu (10/2/2019) dinihari sekira pukul 04.00 WIT, rekan perempuan korban berinisial Y keluar dari kamar untuk membeli rokok di kios hotel, namun dari salah seorang karyawan hotel sampaikan ke rekan korban bahwa rokok habis, tak lama kemudian rekan korban kembali ke kamar hotel.

Minggu (10/2/2019) pagi sekira pukul 07.00 WIT, rekan perempuan korban berinisial Y keluar meninggalkan hotel dan sempat rekan korban berkata ke salah satu karyawan hotel bernama Ashar (27), bahwa ‘Ada Bapak Masih Tidur dikamar’.

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, dalam rilisnya yang dikirim ke wartawan harian ini via pesan elektronik Minggu (10/2/2019) malam pekan kemarin membenarkan adanya penemuan jenazah korban di dalam kamar hotel Sentani Raya.

“Berdasarkan hasil penyelidikan kami dan menurut keterangan para saksi, awalnya saksi Agusta (19) sekitar pukul 12.00 WIT Minggu (10/2) siang, mengetuk pintu kamar 107 sebanyak empat (4) kali namun karena tidak ada jawaban kemudian saksi membuka pintu kamar dan melihat tamu yang menginap dengan posisi telanjang dan terbaring terlentang diatas tempat tidur,” katanya.

Kemudian, lanjut Kapolres Jayapura, saksi Agusta menutup pintu kembali dan saksi melanjutkan tugasnya sebagai cleaning servis dengan membersihkan kamar yang lain.

“Sekitar pukul 13.15 WIT, saksi kembali mengecek kamar nomor 107 dengan mengetuk pintu sebanyak 2 (dua) kali kemudian saksi membuka pintu dan melihat tamu yang menginap masih dalam keadaan yang sama, sehingga saksi menutup pintu kembali dan memberitahukan kepada saksi Ida (25) yang merupakan kasir di hotel tersebut,” lanjutnya.

Mendengar hal tersebut, kemudian saksi Ida melaporkannya ke security hotel Ortis Suebu (32), saat dibertahu saksi Ida kemudian security Ortis Suebu mengecek tamu di kamar 107 karena sudah waktunya untuk cek out.

“Dengan mengetuk pintu kamar sebanyak 3 kali, namun karena tidak ada jawaban, maka security Ortis Suebu membuka pintu kamar 107 dan memperhatikan perut tamu tersebut sudah tidak bergerak dan melihat tangannya sudah kaku,” bebernya.

“Kemudian saksi Ortis Suebu menutupnya dengan menggunakan seprei warna pink dan kembali menutup pintu kamar, sehingga saksi Ortis meminta kepada kasir Ida untuk memberitahukan kepada pemilik hotel Muhammad Rusli Ramadhan, bahwa ada tamu yang meninggal di kamar 107, sehingga setelah dipastikan pemilik hotel langsung melaporkannya ke kami,” sambung AKBP Victor Dean Mackbon.

Mendapat laporan tersebut, Piket Pawas Polres Jayapura yang juga KBO Satuan Intelkam Iptu Chedor Ansaka tiba di lokasi TKP bersama Tim Identifikasi Polres Jayapura yang dipimpin oleh Kanit Identifikasi Bripka Daniel Ohee, S.H., kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Polda Papua. Yang mana, sudah diketahui korban bernama Yohan Wasanggai (72) yang merupakan Ondoafi Kampung Mamda, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura.

Saat dilakukan olah TKP yang juga dihadiri sekitar 15 orang dari pihak keluarga korban dan melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian. “Dimana, pihak keluarga menyerahkan kasus penemuan mayat ini untuk diselidiki penyebab kematian korban, yakni dari pihak keluarga korban meminta agar korban dilakukan otopsi,” sebutnya.

“Masih belum diketahui penyebab kematian korban, kami masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara. Namun di kamar tersebut kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah kaos singlet warna orange, 1 pasang sandal warna hijau merk Swallow, 1 buah topi warna biru, 1 botol air mineral merk Aqua ukuran sedang, 1 bungkus nasi sisa, 2 buah botol anggur merah dan 1 buah celana pendek warna abu-abu,” sambungnya.

Kapolres Jayapura menambahkan, menurut keterangan saksi lainnya, bahwa korban cek ini pada Sabtu (9/2/2019) pukul 22.33 WIT, sebelum cek in korban sudah ditunggu salah seorang wanita yang idantar dengan menggunakan mobil merk Grand Max.

“Masih kami selidiki identitasnya, terakhir korban terlihat pada pukul 01.30 WIT saat membeli 2 botol air mineral kemudian masuk kembali ke dalam kamar,” tutupnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)