Melawan Saat Ditangkap Pelaku Pemerkosaan Isteri Tentara Ditembak

254
KW (30), pelaku yang menyekap dan memperkosa istri Prajurit TNI di hutan-hutan di Kampung Bengguin Progo, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura yang menunduk saat Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK., MH, M.Si., menanyakan kronologi kejahatan yang dia lakukan. (Irfan / HPP)

Kapolres Jayapura: Pelaku Sekap Korban Selama Lima Jam dan Lakukan Pemerkosaan Sebanyak Enam Kali

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pelaku penyekapan dan pemerkosaan KW (30) diringkus Satuan Reskrim Polres Jayapura di Kampung Kanda, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/2/2019). Kaki kirinya sempat ditembak karena berusaha kabur dan melawan petugas saat ditangkap.

Korban seorang ibu rumah tangga (IRT) yang juga merupakan istri anggota TNI berinisial YS (30).

Demikian disampaikan Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura Iptu Oscar F. Rahadian, S.Tr.K dan Kasubbag Humas Polres Jayapura AKP Katharina Hineke, saat menggelar press rilis pengungkapan kasus pemerkosaan terhadap isteri prajurit TNI berinisial YS (30), di Ruang Aula Cycloop Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Sabtu (9/2/2018) siang pekan lalu.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, mengungkapkan awal mula pemerkosaan itu pada Selasa (5/2) lalu, korban bersama suaminya yang merupakan prajurit TNI yang bertugas di Kodam XVII/Cenderawasih menuju Kampung Bengguin Progo, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura diundang oleh salah satu saudaranya untuk menghadiri suatu acara di kampung tersebut.

Keesokan harinya pada malam hari, korban memutuskan untuk pulang ke rumah dan sudah meminta izin kepada suami.

“Setelah berjalan meninggalkan kampung sekitar 2 kilometer, pelaku KW saat itu datang dan melihat korban sedang jalan sendiri di pinggir jalan, pelaku menepi dan berhenti serta menawarkan jasa untuk mengantar korban ke pertigaan di Kampung Bengguin Progo. Awalnya korban menolak, tetapi karena pelaku mengatakan kalau suami korban masih ada hubungan keluarga dengannya, akhirnya korban tidak ragu dan saat itu juga korban ikut pelaku,” ujarnya.

Setelah beberapa saat kemudian, lebih lanjut Kapolres Jayapura mengatakan, korban merasa motor tersebut oleng dan tidak stabil karena pelaku memang saat itu dalam keadaan mabuk, sehingga korban minta berhenti dan kembali turun dari motor. Saat sedang berjalan menuju kearah pertigaan, rupanya pelaku dari arah berlawanan juga sudah memarkirkan motornya di bagian depan sekitar 200 meter dan berjalan kaki balik menuju arah kearah korban.

Tiba-tiba tangan kanan pelaku langsung menarik tangan kanan korban dan tangan kiri pelaku menarik kerah baju korban, kemudian pelaku menyeret sambil mengancam korban dengan mengatakan ‘diam, nanti saya bunuh ko’. Akhirnya karena ketakutan korban hanya bisa diam dan pelaku langsung memegang tangan korban lalu menyeret korban masuk kedalam hutan-hutan sekitar 10 meter dari tebing dan menyekap korban selama 5 jam dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIT.

Selain disekap, lanjut Kapolres Jayapura lagi menyampaikan, korban juga diperkosa sebanyak enam (6) kali selama disekap selama lima jam oleh pelaku KW.

Kapolres Jayapura menjelaskan, korban diperkosa sebanyak 6 (enam) kali selama lima jam disekap oleh pelaku.

“Setelah selesai memperkosa korban yang kedua kalinya, pelaku kembali membawa korban masuk lebih dalam lagi ke hutan-hutan sekitar 20 meter serta kembali melakukan aksi bejatnya yang ketiga kalinya dan seterusnya hingga total saat itu selama lima jam dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIT, pelaku telah memperkosa korban sebanyak 6 (enam) kali,” kata AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si.

Berdasarkan laporan polisi yang dibuat korban dengan nomor: LP/79/II/2019/Papua/Res.Jayapura, tertanggal 6 Februari 2019, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku KW (30) pada Jumat (8/2/2019) malam lalu di Kampung Kanda, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.

Saat hendak ditangkap, kata Kapolres Jayapura, pelaku melakukan perlawanan dengan mencoba melarikan diri, sehingga anggotanya memberikan tembakan peringatan namun karena tidak dihiraukan, akhirnya pelaku dilumpuhkan dengan menembak kaki kirinya.

Kata Kapolres, pelaku KW (30) merupakan buronan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jayapura atau Lapas Abepura dengan kasus yang sama. Pelaku pernah melakukan pemerkosaan pada tahun 2013 di Kampung Mekari, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura dan dijatuhi hukum penjara 6 (enam) tahun kurungan penjara.

“Namun pelaku baru menjalani hukum dua tahun, tepatnya pada 21 Mei tahun 2016 pelaku kabur dari Lapas Abe, sehingga kali ini kami menangkap pelaku dengan kasus yang sama. Pelaku kita jerat dengan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancama hukuman 12 tahun kurungan penjara,” tegas Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon diakhir press rilisnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)