KPK RI Perlu Rekrut Orang Papua Jadi Staf : Tiap Masalah Perlu Pendekatan Budaya

205
Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Papua, Jekson Ikomou, saat diwawancara. (Foto Pribadi)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Untuk Mengungkap kasus – kasus korupsi di Tanah Papua, hendaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga dapat merekrut orang asli Papua.

 

Hal ini disampaikan   Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Papua, Jeckson Ikomou, kepada media di Jayapura, Sabtu (9 Februari 2019).

Caption Foto : Ilustrasi Kegiatan KPK RI bersama Pemerintah dalam sebuah kebijakan nasional. (Foto Istimewa)

“ KPK harus Rekrut Orang Papua Menjadi Staf KPK, karena Sejak KPK di dirikan pada Tahun 2002 sampai sekarang, orang Papua tidak di rekrut sebagai staf KPK,” ujar Jeckson Ikomou, dalam keteranganya.

 

Dikatakan, bahwa hal ini menjadi kendala dalam menangani sejumlah kasus Korupsi di Tanah Papua.

 

“Mestinya KPK harus punya desain grand untuk  merekrut staf KPK asal dari bumi Cendrawasih,” jelasnya.

 

Jeckson Ikomou menjelaskan, bahwa dalam rangka menyelidiki dan mengungkap Kasus Korupsi di Tanah Papua, KPK harus pendekatan sesuai dengan Kebiasaan Orang Papua.

 

” KPK jangan samakan Papua dengan Jawa serta daerah lain di Indonesia.  Papua punya kebiasaan tersendiri dalam menyesaikan masalah. Oleh karena itu, KPK harus merekrut tenaga-tenaga untuk membantu KPK di Tanah Papua,” tuturnya berpesan.

 

Diakui,  walaupun Supervisi KPK di Papua ada, tapi tidak efektif dalam menyelidiki dan mengungkap sejumlah Kasus Korupsi di Tanah Papua.

 

“Kalau orang Papua jadi kerja di KPK pasti dengan pendekatan secara Budaya Papua tentunya proses penanganan masalah secara kultur tercapai,” tandasnya mengakhiri pembicaraan. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )