Empat Siswa SMA di Kabupaten Jayapura Dikirim ke Jepang : Studi dan Pertukaran Budaya

55
“Keempat siswa ini berangkat dari Jayapura ke Jepang itu sejak tanggal 4 Februari 2019 lalu, dan sekarang mereka sudah tiba di Hokaido,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST, M.MT., Kamis (7/2/2019) saat ditemui wartawan di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka melakukan studi dan juga pertukaran budaya antar Negara, maka tahun 2019 ini empat siswa SMA di Kabupaten Jayapura di kirim ke Jepang guna mempelajari budaya di Negeri Matahari Terbit tersebut.

 

“Keempat siswa ini berangkat dari Jayapura ke Jepang itu sejak tanggal 4 Februari 2019 lalu, dan sekarang mereka sudah tiba di Hokaido,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST, M.MT., Kamis (7/2/2019) saat ditemui wartawan di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

Keempat pelajar itu adalah Andreas Dike dan Eveline Jenni Joice Merci Mehue yang keduanya berasal dari SMA Advent Doyo Baru, sedangkan dua siswa lainnya adalah Henni Vanesha Pangkali dan Ricky Marthin Hein Kallem yang masing-masing berasal dari SMA Negeri 1 Sentani.

 

Dijelaskan, tujuan keberangkatan empat pelajar asal Kabupaten Jayapura ke negeri Sakura ini atas permintaan dari Menteri Pendidikan Jepang melalui kedutaan besarnya di Jakarta yang ingin ada anak-anak Papua belajar di Jepang.

 

“Jadi nanti anak-anak kita yang sudah ada di Jepang ini akan belajar budaya Jepang selama beberapa minggu, setelah itu mereka balik lagi ke Jayapura” jelasnya.

 

Selama empat siswa ini berada di Jepang, Alpius Toam memaparkan bahwa mereka akan tinggal di Homestay dan masing-masing akan dititipkan di satu rumah keluarga warga negara Jepang.

 

Alpius Toam juga menuturkan, selain akan mempelajari budaya Jepang, para pelajar ini akan memperkenalkan budaya Papua di Jepang.

 

“Baik itu, lagu-lagu daerah dari Papua, ukir-ukiran, tas Noken Papua yang sudah terkenal dan budaya lainnya yang berasal dari Tanah Papua itu akan mereka perkenalkan juga disana,” tuturnya.

 

Selain dengan Jepang mengadakan pertukaran pelajar, lanjut Alpius Toam mengatakan, bahwa kedepan pihaknya juga akan menjalin hubungan kerja sama dengan Negara lain untuk melakukan pertukaran pelajar.

 

“Beberapa diantaranya adalah Korea Selatan, Jerman dan China. Kalau dengan Jerman kerjasama ini sudah berlangsung lama. Tahun ini kita akan kirim empat siswa kami lagi ke Jerman untuk mempelajari pengetahuan tentang kepariwisataan,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)