Inisiasi FKUB Papua Dalam Mewujudkan Pemilu Damai 2019

30
Dalam rangka membangun sinergitas demi suksesnya pemilu legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 yang aman, damai, sejuk dan bermartabat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsin Papua menggelar pertemuan dan diskusi yang berlangsung di Jayapura, Selasa, 5 Februari 2019. (Ardiles / lintaspapua.com )

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA) –  Dalam rangka membangun sinergitas demi suksesnya pemilu legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden  2019 yang aman, damai, sejuk dan bermartabat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsin Papua menggelar pertemuan dan diskusi yang berlangsung di Jayapura, Selasa, 5 Februari 2019.

 

Pertemuan yang bertepatan dengan hari pekabaran Injil di tanah Papua dan hari raya Imlek dihadiri para steak holder di Provinsi Papua.

 

Dalam kesempatan itu, Kapolda Papua, Irjen Pol Matuani sormin mengajak seluruh lapisan masyarakat meliputi tokoh Agama maupun tokoh masyarakat lainnya bersama menciptakan suasana yang dingin.

 

Dikatakan dalam situasi politik sekarang ini, semua orang akan ada dalam posisi tegang, panas dan lain sebagainya.

 

“Saya yakin dengan hadirnya bapak- bapak dari FKUB maka menjadi mesin pendingin colling sistem, ” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin,  selasa siang.

 

Ditambahkan dengan hadirnya tokoh FKUB  saat ini dapat menjelaskan kepada warga masyarakat untuk tetap berhati dingin, jangan mudah terhasut isu hoax dan sebagainya. Sehingga nantinya akan memicu tindak kekerasan.

 

Dirinya mengatakan, kontestasi Pileg dan Pilpres ini luar biasa, meskipun di daerah Papua  ini tidak ada masalah tetapi, sesungguhnya ada masalah.

 

Sesungguhnya suksesnya penyelenggara pemilu ini sambung Martuani tentunya KPU sebagai penyelenggara tidak dapat menjalankannya sendiri tanpa bantuan tokoh FKUB misalnya. Jadi suksesnya pemilu ini tanggung jawab kita bersama meskipun lini sektornya ada pada KPU.

 

“Permasalahan ini tidak bisa kita serahkan kepada KPU saja, sangat besar harapan kami para tokoh FKUB, untuk kita ciptakan suasana dingin dalam menghadapi kontekstasi pileg dan pilpres yang sangat hangat ini,” ujarnya

 

“Boleh hangat dan panas  nanti akan terjadi benturan, untuk mencegah itu kami memerlukan bantuan dari semua kita,”tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua (FKUB), Pdt. Lipiyus Biniluk menyampaikan, masyarakat jangan mudah terpropokasi, dengan berbagai permasalahan yang terjadi di Papua,

 

” Saya harap jangan ikut ikutan, atau terpropokasi dalam media sosial. Kalau ada orang-orang yang tidak jelas yang mempropokasi segera laporkan ke pihak yang berwajib,” katanya.

 

Dirinya mengharapkan,  semua tokoh agama di tanah Papua, agar bisa mengajarkan firman Tuhan kepada umatnya, yang di dalamnya mengajarkan hal hal yang baik.

 

“Jadi itu yang di ajarkan, jadi hambah Tuhan jangan berkhotbah tentang hal hal duniawi dan untuk Pileg dan Pilpres kita berdoa semoga semua calon kandidat  siap menang atau kalah dalam pesta demokrasi nanti. Saya juga minta agar kita mendoakan Pileg dan Pilpres  di Papua ini sukses dan semua situasi kondisi di Papua aman dan damai,” jelasnya.

 

Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen TNI, Yosua Pandit Sembiring menambahkan,  sinergitas dengan di lakukannya pertemuan bersama FKUB dan Stake Holder dan TNI Polri saat ini dinilai sangat baik, karena hal ini tentu menjadi sesuatu hal yang menggerakan hati semua pihak.

 

“Ya, mudah mudahan getar getaran yang kecil ini, kiranya nanti sampai ke kabupaten/ kota, dan kabupaten juga dapat melakukan kegiatan seperti begini dan menggerakan masyarakatnya, sehingga pemilu dapat berjalan aman dan damai,” tandasnya.  (Ardiles / lintaspapua.com)