1.199 Relawan Komisi Penanggulangan AIDS Papua Hadiri Pertemuan Akbar : Konsolidasi dan Bagikan Informasi

85
Sebagai bagian dari konsolidasi dan memberikan informasi kepada masyarakat, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua menggelar pertemuan akbar, Minggu (3/2/2019) sore pekan lalu pukul 15.00 WIT, di Ekspo, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura. (Foto Facebook Musa Apaseray )

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Sebagai bagian dari konsolidasi dan memberikan informasi kepada masyarakat, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua menggelar pertemuan akbar, Minggu (3/2/2019) sore pekan lalu pukul 15.00 WIT, di Ekspo, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.

 

Sesuai tema utamanya selamatkan yang sisa dari yang tersisa, Ketua KPA Papua, Yan Matuan mengatakan, pihaknya mengakui kegiatan pertemuan akbar tersebut dihadiri 1.199 relawan KPA 2019.

“Hingga hari Jumat (30/1) lalu itu jumlah relawan yang siap bergabung dan terdaftar sekitar 1.199 orang relawan KPA Papua tahun 2019. Pak gubernur sebagai ketua umum KPA Papua, maka itu kami ikuti arahan beliau yang berpesan bahwa kita perlu (butuh) relawan dengan jumlah perekrutan sekitar 2.000 orang relawan KPA Papua,” ungkap Yan Matuan kepada awak media, di Ekspo, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Minggu (3/2/2019) malam lalu.

 

Relawan yang akan direkrut ini berasal dari mana saja, lanjutnya, bukan saja dari tenaga medis atau dokter. Tapi, juga dari orang-orang yang berasal dari non medis. “Yaitu orang-orang yang awam. Jadi, baik ibu-ibu, pemuda dan orang tua yang punya kepedulian terhadap penyakit HIV/AIDS juga bisa mendaftarkan dirinya dengan membawa foto copy KTP sebagai syarat menjadi relawan KPA Papua,” jelasnya.

 

“Tadi saya mendapatkan konfirmasi dari beliau (Gubernur Papua) dan beliau sampaikan bahwa, tambah lagi jumlah relawan dan harus mencapai angka 2.000 relawan,” sambung Yan Matuan.

 

Yan Matuan mengatakan, pertemuan akbar ini merupakan bagian dari konsolidasi yang sudah teragendakan sebelumnya dan diharapkan menjadi kegiatan rutin kedepan.

 

“Acara hari ini (Minggu, 3/2 lalu) itu bagian dari konsolidasi, dan memberikan informasi kepada masyarakat luas. Tadinya kantor KPA Papua ada di Dok II, tapi kita sengaja bergeser lebih keluar agar ada akses atau ada informasi yang bisa didapatkan oleh masyarakat,” terangnya.

 

Ditambahkan Yan Matuan, selain pertemuan akbar relawan KPA Papua 2019, juga ada acara ibadah bersama ribuan relawan.

 

“Kenapa kita mengedepankan wajib ibadah dalam pertemuan akbar tersebut, karena kita perlu adanya kekuatan Tuhan. Selain obat, faktor yang penting adalah kita harus mengedepankan Tuhan. Kita tidak hanya bisa berdoa saja, tetapi harus ada upaya-upaya manusia. Untuk itulah, pentingnya para medis dengan obat-obatnya. Selain kita berdoa dan ada upaya-upaya manusia, agar kita bersama-sama untuk menanggulangi penyakit HIV AIDS ini,” terangnya.

 

Berdasarkan pantauan Harian Pagi Papua pada pertemuan akbar yang dihadiri ribuan relawan tersebut, diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Yulius Maniagasi, yang mengambil topik Injil kekuatan Allah (Roma 1:16). (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)