Pemkab Jayapura Siapkan Dana Rp 1 Miliar untuk Pembebasan Lahan Menuju TPA Waibron

0
295
“Pertemuan tadi (kemarin sore) itu, terkait pembayaran ganti rugi tanah sepanjang 1,9 km di TPA Waibron. Kita lakukan itu dalam rangka Dinas PU Kabupaten Jayapura mau membangun infrastruktur jalan menuju ke TPA tersebut,” kata Kepala Dinas DP2KP Kabupaten Jayapura, Arry Ronny Deda, S.IP, MT., yang ditemui wartawan usai pertemuan, Rabu (30/01/2019). (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura akan melakukan pembangunan infrastruktur jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Waibron.

 

Sehingga Pemkab Jayapura melalui Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPPKP) Kabupaten Jayapura kembali memfasilitasi pertemuan antara dua kelompok masyarakat pemilik hak ulayat di lokasi TPA Waibron dalam rangka proses pembayaran ganti rugi pembebasan lahan, yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (30/1/2019) kemarin sore.

Pertemuan yang dilakukan antara keluarga atau suku marga Samonsabra, Entong dan Boy Kaway yang sudah dilakukan keempat kali ini, akhirnya Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPPKP) Kabupaten Jayapura menemui jalan keluar soal pembebasan lahan yang akan digunakan untuk membangun jalan di Kampung Bongrang, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura.

 

 

“Pertemuan tadi (kemarin sore) itu, terkait pembayaran ganti rugi tanah sepanjang 1,9 km di TPA Waibron. Kita lakukan itu dalam rangka Dinas PU Kabupaten Jayapura mau membangun infrastruktur jalan menuju ke TPA tersebut,” kata Kepala Dinas DP2KP Kabupaten Jayapura, Arry Ronny Deda, S.IP, MT., yang ditemui wartawan usai pertemuan, Rabu (30/01/2019).

 

Dikatakan Arry Deda, meski sempat alot dalam pertemuan itu pihaknya mendapat kesepakatan tanah itu milik Samon Sabra dan pihaknya sudah putuskan bahwa pembayaran ini akan dilakukan kepada keluraga Samon Sabra.

“Dan tadi (kemarin sore) mereka juga sudah sepakat untuk tanda tangan berita acara hanya tinggal kita melakukan pembayaran ganti rugi itu. Pertemuan tadi memang agak alot juga sampai tadi sedikit rebut-ribut dan hal ini menurutnya biasa,” tuturnya.

Ditanya dealnya berapa, Arry Deda mengatakan ini baru tahap awal. “Soal dealnya itu nanti KJPP akan turun dan menghitung itu semua. Angkanya memang belum, tapi anggaranya sudah kami siapkan. Nanti tim penilai Publik ini yang akan turun dan menghitung semuanya baru kita eksekusi. Anggaran yang kami siapkan itu sekitar Rp 1 miliar lebih,” tukas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala DP2KB Kabupaten Jayapura tersebut. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here