Pemkot Jayapura Gelar Sosialisasi Larangan Penggunaan Kantong Plastik

0
897
Kepala Dinas Lingkungan hidup Kota Jayapura, Ir. Ketty Kailola MSi saat foto bersama dengan para pelaku usaha. (Ardiles / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura menggelar sosialisasi larangan penggunaan kantong plastik di kota Jayapura, yang berlangsung di Grand Abe Hotel Lantai 7, Selasa (29/01/2018).

Pada sosialisasi ini Pemkot menggandeng salah satu Dosen Fakultas Mipa Universitas Cenderawasih (Uncen),

Darwanta S. SI. M.SI jurusan Kimia (sebagai pemateri) juga para pelaku pengusaha retail yang ada di Kota Jayapura.

Dalam sambutan Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., yang disampaikan oleh Asisten I Setda Kota Jayapura, Everth N. Meraudje mengatakan, peraturan daerah kota Jayapura dan Peraturan Wali kota Jayapura tentang penggunaan kantong plastik di kota Jayapura merupakan terobosan dalam pengelolaan sampah plastik yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Peraturan ini juga memuat sanksi yang diberikan kepada pelaku usaha bila tidak menerapkan.

 

“Pemerintah kota akan menerapkan pelarangan penyediaan kantong plastik di seluruh tokoh, retail modern dan pusat perbelanjaan mulai tanggal 1 Februari 2019,” ujar Everth N. Meraudje.

 

Ditambahkan, bahwa Pemkot Jayapura telah menetapkan instruksi walikota nomor 1 tahun 2019 tentang penggunaan kantong belanja alternatif pengganti kantong plastik.

 

” Oleh karena itu Pemkot Jayapura merasa perlu untuk melakukan sosialisasi kebijakan ini Kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

 

Dirinya mengapresiasi, yang sebesar-besarnya pada dinas kebersihan dan lingkungan hidup juga dinas perindagkop dan para kepala kerjasama yang baik.

 

Melalui sosialisasi ini dirinya berharap bagi Bapak Ibu pelaku utama pelaksanaan pengurangan penggunaan kantong plastik dapat mengikuti kegiatan sebaik-baiknya.

 

“Menggunakan kesempatan ini dengan dengan baik, diskusikan atau mengklarifikasikan hal yang memerlukan penjelasan langsung terkait kebijakan Daerah dalam pengelolaan sampah plastik,” Harapnya.

 

Sementara itu,  kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jayapura, Ir. Ketty Kailola, M.Si., mengatakan, kebijakan Pemkot Jayapura dalam hal ini Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano MM., sangat komitmen terhadap lingkungan dimana sampah plastik masi mencapai 50 persen.

 

“Sudah ada partisipasi masyarakat tapi masi ada saja sampah plastik masi ada, apalagi ketika musim penghujan. Nah ini menjadi salah satu langkah Pemkot untuk mengurangi sampah plastik,” kata Ketty di sela-sela kegiatan sosialisasi.

 

Dirinya menjelaskan,  dengan digandengnya salah satu dosen Fakultas Mipa Uncen, Darwanta (Kepakaran/Saintifik) dalam memaparkan materi tentang bahayanya sampah plastik.

 

“Makanya saya menggandeng saintifik untuk menjelaskan bahwa dampak sampah plastik sangat berbahaya, bahkan di luar negeri saja misalnya Amerika peneletian tentang plastik harus ditiadakan,”ujarnya.

 

Selain itu Darwanta, mengatakan dengan ditiadakan kantong plastik lagi bearti mensosialisasikan untuk biasakan masyarkat membawa kantong dari rumah.

 

“Apakah yang akan dipolpulerkan berupa noken yang mengangkat tas asli Papua, itu bagus dan pasti setiap keluarga punya noken 1 untuk belanja,”kata Darwanta di sela-sela kegiatan.

 

Dikatakan, dirinya mendukung dengan adanya sosialisasi dan diketahui banyak orang dapat menguruangi sampah plastik.

 

“Sehingga menjadi gerakan bersama dalam mengurangi sampah plastik di Kota Jayapura,” tandasnya.  ( Ardiles / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here