Yan Matuan : Ketika Seorang Pasien yang Harusnya Terselamatkan, Namun Berujung  Mati Karena Urusan Birokrasi yang Panjang  (Bagian I )

Oleh : George Saa

Hari ini, 24 Januari 2019, saya sangat bersyukur dapat hadir di pertemuan perdana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua bersama para calon pekerja sukarela (volunteer) pemberantasan HIV/AIDS. Dalam pertemuan ini, saya satu bagian pengalaman menyedihkan, namun sarat makna ketika seorang Yan Matuan, Ketua Harian KPA terlantik per 20-Desember-2018, menuturkan, “Saya pernah antar orang sakit/pasien ke Rumah Sakit yang akhirnya mati dan tidak tertolong oleh karena kita harus urus surat ini dan itu baru dia(pasien) ini dapat di tolong; sayangnya, pengurusan yang panjang, birokrasi yang panjang, berujung pada kematian dari orang yang sakit ini karena tidak tertolong oleh karena birokrasi yang panjang ini” tuturnya dengan suara yang serak namun penuh wibawa.

Saya lihat ini suatu realita yang terjadi dan dialami oleh beliau saja namun beberapa dari kitapun pasti pernah menghadapi kondisi yang sama: kematian cuma-cuma sanak saudara juga kerabat, Orang Papua, oleh karena lambatnya penanganan oleh berbagai alasan.

Caption Foto : suasana pertemuan perdana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua bersama para calon pekerja sukarela ( volunteer) pemberantasan HIV/AIDS dan wawancara bersama Ketua Harian KPA Papua, Yan Matuan. (Foto Pribadi)

Hal ini membuat dalam memimpin KPA dan ketika mendorong ter-rekrutnya para pekerja volunteer KPA, beliau tegaskan bahwa sistim birokrasi(perekrutan) yang rumit-rumit ini tidak ada di KPA. “Yang ada itu cukup KTP” tuturnya menegaskan posisinya, dengan tegas, memotong “proses birokrasi berkepanjangan” dalam merekrut tenaga sukarela.

Saya sebagai putra Papua yang sudah pernah tinggal dan hidup di negara maju sangat kagum dan cukup impress dengan acara sosialisasi pertama ini, ataupun mungkin saja pertama buat saya.

Selama ini saya hanya lihat kampanye penanggulangan AIDS ini lewat reklame iklan, juga ada short-video campaign, namun melihat langsung persiapan yang mulai di gelar hari ini, membuat saya optimis sekali. Ini awal yang sangat baik.

Saya sebagai seorang sahabat juga adik dari Pak Ketua Harian KPA ini sangat mengerti kondisi KPA Papua hari ini yang belum mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua, at least, dana belum turun, namun kegiataan awal ini tetap jalan. Ini membuat saya sangat salut.

Saya memang pada posisi saat ini hanya mampu memberikan semangat dan motivasi serta memberikan pujian, atau mengingatkan segenap pengurus/volunteer KPA bahwa pekerjaan mulia yang sedang dan akan digeluti oleh mereka(segenap tim) ini suatu hal mulia sekali.

Saya yakin Tuhan pasti akan menyiapkan suatu tempat yang baik di surga untuk Bapak/Ibu semua yang saat ini tergabung dalam KPA. Ya, anda semua ini sedang menyelamatkan manusia Papua, umat Tuhan di tanah ini, dan sedang mengerjakan keselamatan bagi orang lain, orang Papua, orang Indonesia, dimana sejara linear, anda telah mengerjakan keselamatan anda di bumi ini. (Penulis Adalah Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan serta masalah – masalah sosial  di Papua)

 

Salut, Bangga !

Maju KPA !

HIV-AIDS, tuntaskan dan di berantaskan!!!