BANDUNG (LINTAS PAPUA)  – Putra calon Wakil Presiden nomor urut 01, Kiai Ma’ruf, Ahmad Syauqi, bertekad memerangi hoaks atau kabar bohong, yang semakin meningkatkan jumlah serta intensitasnya selama beberapa bulan terakhir.

Perang terhadap kabar bohong dilakukan Syauqi dengan mendeklarasikan Gerakan Nasional Indonesia Tolak Hoaks (Ganas ITH), di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019). Kata Gus Oqi, sapaan akrab Syauqi, hoaks mengancam kesatuan bangsa, karena kabar bohong dapat menimbulkan kebencian, provokasi, dan permusuhan.

“Ganas ITH ini merupakan gerakan perubahan yang lahir dari keprihatinan atas maraknya kabar bohong. Mari kita bersama-sama mengucap janji dan mendeklarasikan Ganas ITH,” kata Gus Oqi, melalui siaran pers.

Kiai Ma’ruf sangat mendukung Ganas ITH. Menurutnya, hoaks harus ditumpas. Dia prihatin karena hoaks semakin merebak seiring dengan majunya teknologi komunikasi.

“Kemajuan teknologi yang seharusnya membantu masyarakat, ini justru kehilangan manfaatnya, karena teknologi seperti media sosial dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyebar hoaks,” katanya.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu mengimbau masyarakat agar tidak gegabah ketika menerima kabar. Dia meminta masyarakat meneliti dulu informasi yang diterima.

“Teliti dulu, tabayyun (teliti) dulu, ketika mendapatkan informasi. Kalau itu informasi hoaks, jangan disebar. Kalau itu informasi benar, baru direspon positif,” tutur Kiai Ma’ruf.

Sebelumnya, Kiai Ma’ruf mengajak kaum muda Indonesia melawan dan mengeliminir hoaks yang beredar di media sosial dan pergaulan. “Hoaks itu merusak. Gara-gara hoaks suami istri bisa berpisah. Karena itu jaga diri kita, jangan membuat hoaks, jangan menyebarkan hoaks, dan jangan terjebak oleh berita hoaks,” katanya dalam acara Kopi Darat dan Ngaji Bareng KMA, di Gedung KNPI, Tangerang, Jumat (18/1/2019), melalui siaran pers.

Pada acara yang dihadiri oleh ribuan muda-mudi di Tangerang itu, Kiai Ma’ruf mengungkapkan tentang pentingnya verifikasi ketika menerima informasi. Menyebar berita yang tidak terverifikasi sama dengan menebar dusta dan menebar dusta adalah dosa.

“Kalau ada berita harus diteliti dulu, supaya tidak terjebak berita bohong. Kata Al-Qur’an, Yâ ayyuhâ al- ladzîna âmanû in jâ’akum fâsiqun binaba’in fatabayyanû, yang artinya, Hai, orang beriman. Ketika datang orang fasik membawa berita, maka bertabayyun-lah. Tabayyun itu artinya teliti, cek ricek, dan verifikasi,” tuturnya.

Koordinator Muda-Mudi Indonesia (MMI), Hudan Himura, mengungkapkan, pertemuan yang digelarnya dengan Kiai Ma’ruf itu untuk mengajak kaum muda Indonesia untuk berkomitmen dalam memerangi hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.

“Sebagian masyarakat kita masih mudah terjebak isu, berita dusta, fitnah, dan ujaran kebencian di media sosial maupun dalam obrolan dan pengajian. Karena itu MMI dan Majelis Pecinta Ulama menggelar acara ini,” ujar Hudan.

Dipilihnya Kiai Ma’ruf sebagai pengkaji dalam pertemuan tersebut, menurut Hudan, karena Kiai Ma’ruf merupakan ulama yang mumpuni. Kiprah Kiai Ma’ruf di bidang dakwah dan politik sejak dulu hingga kini juga menjadi alasan MMI mendukung dia untuk memimpin Indonesia.

“Beliau adalah tokoh lintas zaman yang mampu menakar sisi positif dari setiap orde, untuk kemudian diperjuangkan demi kemaslahatan umat,” kata Hudan. (https://jokowidodo.app/post/detail/kiai-maruf-dan-gus-oqi-akan-tumpas-hoaks )