Johanes Mandowally : Gempita Hari Musik Indonesia Moment Penting Pemusik Papua Berkumpul

0
729
Panitia Gempita Hari Musik Indonesia – Papua 2019” DPD KNPI Papua, dengan tema kegiatan adalah “Kebangkitan Musik di Tanah Papua. Tampak saat foto usai memberikan keterangan pers kepada media di Abepura, Kamis, 24 Januari 2019. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Ketua Panitia GEMPITA Hari Musik Indonesia – Papua, Johanes Mandowally, SH, MH., mengatakan bahwa kegiatan GEMPITA  Hari Musik Indonesia – Papua 2019 menjadi moment Penting bagi para pemusik Papua Berkumpul dan melahirkan gagasan ide bersama bagi kemajuan musik di Bumi Cenderawasih.

Hal ini disampaikan Johanes Mandowally, dalam sebuah keterangan kepada media di Abeura, Kamis (24/1/2019), sekaligus menjelaskan,  bahwa kegiatan ini berangkat  Keputusan Presiden  Nomor 10 tahun 2013 telah diterapkan hari lahir Wage Rudolf Supratman, sebagai Hari Musik Nasional.

 

Ketua Panitia GEMPITA Hari Musik Indonesia – Papua, Johanes Mandowally, SH, MH., saat memberikan keterangan pers di Abepura, Kamis, 24 Januari 2019. (Eveerth / lintaspapua.com)

“Rencana besar kita adalah sebuah mimpi yang kami simpan sebagai anak – anak Papua yang dalam darahnya mengalir musik, sehingga berangkat dari keinginan inilah , kami merancang sebuah kegiatan yang pelaksanaannya bertepatan dengan Hari Musik Nasional,”

 

“Diberbagai daerah di Indonesia sudah banyak melakukan kegiatan yang sama, sehingga kami di Papua mencoba membuat kegiatan yang sama, namun visinya agak berbeda, karena Papua ini kaya dengan musik tradisional dan musik modern,” ucap Ketua Panitia, yang dibenarkan Sophia Fanumbi Ongge S.Pd., selaku Sekretaris Panitia GEMPITA Hari Musik Indonesia – Papua.

 

Johanes Mandowally yang  juga Kepala Distrik Yokari di Kabupaten Jayapura ini menilai, untuk tahun 2018 – 2019  perkembangan musik modern di Papua naik begitu cepat, terutama music Rap,  sehingga mungkin  perlu dengan duduk bersama dengan generasi yang lama tahun 1960 an hingga 1980-an hingga 2000 – an bisa duduk bersama berkolaborasi.

 

“Mungkin dengan duduk bersama bisa menghasilkan sesuatu yang positif kedepan, selain berkolaborasi, sebab hal ini yang pertama di Papua dan saya kira ini adalah saat yang penting bagi pemusik Papua untuk kumpul bersama dan duduk membicarakan semua masalah dan solusi bagi kemajuan musik di Tanah Papua,” ujar Johanes Mandowally, dalam keterangannya mengajak para pemusik Papua.

Dirinya berharap, dengan GEMPITA Hari Musik kedepan akan ada semacam  bimbingan yang terkontrol dari Pemerintah Daerah untuk mewadahi  musik – musik  dan Pemerintah bisa campur tangan dan bekerjasama dalam wadah KNPI bisa berkesinambungan dalam meciptakan pemusik handal di Tanah Papua.

Disampaikan, bahwa  kedepan juga menjadi tujuan memberikan penghargaan kepada pemusik Papua, yakni adanya keseimbangan antara pemusik Papua dan yang didatangkan dari luar, dalam hal ini harus lebih diatur baik dan lebih menghargai pemusik Papua.

“Biasanya kita senang dengan pemusik dari luar didatangkan, namun kedepan harus diatur juga baik, sehingga dalam sebuah even kegiatan, kalau bisa melibatkan pemusik – pemusik Papua, sehingga potensi  – potensi anak Papua dihargai.” Jelasnya.

Tujuan akhir, kata Johanes Mandowally, akan dibentuk Asosiasi Pemusik Papua, yang mana akan menjadi wadah yang jelas akan bergerak dan mengatur semua hasil – hasil karya anak – anak Papua.

“Mudah – mudahan dengan adanya workshop music juga akan menghasilkan pemikiran terbaik bagi pembentukan wadah Asosiasi Musik Papua, termasuk semua hal dibciarakan secara baik, dan apapun yang dikerjakan adalah untuk membangkitkan musik anak – anak Papua,” katanya.

Pria asal Kampung Meukisi, Distrik Yokari ini menambahkan, bahwa melalui kegiatan ini akan di inventarisir musisi Papua, karena kita masih belum mengenal jelas siapa – siapa pemusik Papua dan disini kita tidakl membuat lagu, tetapi setiap pemikiran dan ide kreaktif akan dibentuk Asosiasi Pemusik Papua.

“Seorang Musisi Papua dan Pencetus serta penyanyi grup Mambesak, Almarhum Arnold C. Ap mengatakan, bahwa hidup untuk Bernyanyi dan Bernyanyi Untuk Hidup, dengan demikian dalam darah jiwa kita orang Papua mengalir musik dan karena selama  musik kita biasa – biasa saja, sehingga dengan ini akan kita bicarakan bersama dan ide – ide kita dan kita sampaikan kepada pemerintah daerah.  Pemerintah tidak bisa tinggal diam untuk membiarkan pemusik Papua, karena kita orang Papua adalah pemusik yang handal dan disinilah kita saling berdiskusi dan membahas bersama,” tandasnya.

 

““Dasar pemikiran inilah yang membuat kita buat kegiatan pada tanggal 9 Maret 2019 nanti dan selanjutnya kita juga kumpul dari lembaga – lembaga yang formal untuk memberikan edukasi kepada peserta tentang bagaimana menggunakan cara shooting yang benar untuk membuat sebuah video klip dan semua kita libatkan dan semua bekerja bersama untuk menciptakan satu irama dan satu musik yang baik,” tuturnya.

Caption Foto : Panitia Gempita Hari Musik Indonesia – Papua 2019” DPD KNPI Papua, dengan tema kegiatan adalah “Kebangkitan Musik di Tanah Papua. Tampak saat foto saat memberikan keterangan pers kepada media di Abepura, Kamis, 24 Januari 2019. (Eveerth  / lintaspapua.com )

Lebih lalnjut,  Ketua Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DPD KNPI Papua, Ester Maitindom menuturkan, bahwa melalui kegiatan ini pihaknya dari DPD KNPI Papua mendukung PON XX 2020 dan juga akan menjembatani untuk melihat pemusik Papua dan bisa merekomendasi untuk terlibat dalam PON XX 2020,

“Melalui Workshop adalah benar – benar yang berkompeten dibidangnya, misalnya pemjualan kaset CD minatnya sedikkt menurung, bahkan hamper tidak ada, karena lebih ditionjolkan pada Digital Sailing (Penjualan Digital), sehingga melalui workshop kita akan diajarkan bagaimana proses penjualan dan sebagainya dan kita akan memberikan informasi – informasi dalam bentuk bantuan kepada pemusik – pemusik Papua melalaui wadah yang,” jelaskan Ester Maitindom, yang dibenarkan Wakil Ketua I DPD KNPI Papua, Otniel Deda.

 

Dari informasi yang diterima, diundang musisi handalan Indonesia, Glenn Fredly dan Judika Nalon Abadi Sihotang sebagai pemateri yang akan memberikan saran masukan serta ide kreaktif melalui seminar atau workshop nantinya dalam kegiatan Gempita Hari Musik Indonesia – Papua 2019. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here