Tuntut Wabup Dilantik, Pendemo ‘Duduki’ Kantor Bupati Keerom

152
Para pendemo membentangkan spanduk menuntut pelantikan Wakil Bupati Keerom PAW, yang dilakukan di halaman Kantor Bupati Keerom, kemarin. (Arif / HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Ratusan masyarakat yang dipimpin Ketua Dewan Adat Keerom (DAK), Servasius Tuamis, kembali mendatangi (baca, demo) Kantor Bupati Keerom pada Senin (21/1/2019) kemarin sekitar pukul 11.30 WIT. Kedatangan mereka kali ini kembali untuk mempertanyakan sekaligus mendesak agar pelantikan Wakil Bupati Keerom yang telah terpilih dalam pemilihan di DPRD Keerom, akhir tahun lalu bisa segera dilaksanakan.

Berbeda dengan kedatangan sebelumnya, kali ini para pendemo mengklaim berasal dari berbagai kalangan masyarakat adat, hingga nusantara datang dengan lebih terkoordinir. Mereka datang dengan membawa spanduk-spanduk besar dan pamflet-pamflet.

Caption Foto :  Para pendemo membentangkan spanduk menuntut pelantikan Wakil Bupati Keerom PAW, yang dilakukan di halaman Kantor Bupati Keerom, Senin, 21 Januari 2019 kemarin. (Arif / HPP)

Bahkan mereka juga melakukan aksi pemalangan atau pendudukan Kantor Bupati Keerom. Hal ini terlihat dari adanya karang timbunan yang mereka letakan di pintu masuk dan keluar dari kantor masing-masing sebanyak 11 rit. Tak ayal akibat aksi ini, aktivitas keluar masuk kendaraan dari dan ke kantor Bupati Keerom terhambat.

Para pendemo dengan beberapa koordinator bahkan sudah membawa alat pengeras suara dan spanduk serta pamflet. Diantara spanduk tersebut bertuliskan, ‘.. bapak Mendagri segera terbitkan SK pelantikan kepada Piter Gusbager S.Hut, MUP.., …mendesak Bupati Keerom (Markum) segera turun dari jabatan karena menghambat proses pelantikan Wabup.., ..Wabup Keerom segera dilantik guna membuka tabir uang rakyat yang digeroki penguasa dan anteknya.., dan lainnya.

Selanjutnya para pendemo satu persatu melakukan orasinya. Diantaranya adalah pernyataan untuk meminta kehadiran Bupati Keerom untuk menjawab aspirasi mereka. Serta menyatakan akan memalang kantor bilamana Bupati tak menjawab aspirasi mereka, atau minta SK pelantikan segera terbit atau kantor bupati dipalang. Orasi ini pun dikuatkan oleh pernyataan Ketua DAK Keerom, Servo Tuamis.

‘’Kami masyarakat adat dan rumpun segala bangsa nusantara di Keerom merasa kecewa atas belum dilantiknya Piter Gusbager yang telah terpilih. Karenanya kami akan melakukan pemalangan Kantor Bupati sampai ada SK pelantikan Wabup Keerom,’’ujarnya.

Atas ‘kunjungan’ tersebut, jajaran Pemkab Keerom dan DPRD Keerom pun menemui pendemo. Diantaranya Asisten I, II dan III Setda Keerom, yaitu Sucahyo Agung, Hulman Sitinjak dan Winoto. Sementara dari jajaran DPRD Keerom ada Ketua Komisi A, Frans Mekawa dan anggota komisi A lainnya. Sementara dari jajaran keamanan, nampak Kabag Ops Polres Keerom, AKP. Suhardi, Kapolsek Arso, AKP. Piet Heyn, dan jajaran.

Pada kesempatan tersebut, Asisten menjelaskan bahwa saat ini Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, sedang tak ditempat karena melaksanakan umroh. Sementara menyangkut proses Wabup Keerom saat ini sudah berada di Kemendagri, sehingga Pemkab Keerom tak punya kewenangan terkait hal tersebut.

‘’Kami mohon agar masyarakat memahami hal ini, dan saya minta Kantor Bupati jangan dipalang, karena akan mempengaruhi pelayanan public terutama untuk masyarakat,’’ungkapnya.

Namun pendemo tak menerima jawaban tersebut dan bersikeras akan melakukan pemalangan hingga Bupati pulang dari umroh yang dijadwalkan tanggal 26 mendatang. Mereka berencana memalang kantor bupati setelah sebelumnya mengizinkan kendaraan untuk keluar dari areal parkir melalui pintu selatan.

Hingga berita dibuat pukul 17.30 WIT, kondisi kantor Bupati Keerom masih dipalang, meskipun pendemo yang bertahan makin berkurang. Sementara itu Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, yang dikonfirmasi atas kondisi ini mengemukakan proses negosiasi pembukaan palang masih terus dilakukan.

‘’Hingga kini memang jalan masuk ke kantor bupati masih dipalang, namun negosiasi terus kita lakukan dan upayakan agar besok ASN tetap bisa masuk kerja,’’ujarnya kepada HPP, semalam. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)