Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.*_

      …AMSAL 15:1…

 

 PERKATAAN LEMAH LEMBUT

Sobatku pada suatu hari, seorang tukang kayu menerima sepucuk surat dari anaknya yang berada di luar kota. Karena orang tuanya buta huruf, Ia meminta tolong ke penjual daging kenalannya yang punya watak keras untuk membacakan surat itu.

 

Isi suratnya si anak berkata: “Ayah aku sakit dan tidak punya uang sesenpun, tolong kirimkan aku sejumlah uang dan mohon Ayah sesegera mungkin ya mengirimnya”.

Isi surat itu dibacakan dengan nada keras dan kasar oleh tukang daging tersebut.

Tukang kayu menjadi marah, dan dengan emosi ia berkata: “dasar anak tak tahu diri, emangnya dia siapa memerintah aku.”

Kurang ajar, jangan kira aku akan mengirimi dia sesenpun.

Dalam kemarahannya ia kembali ke rumah, tetapi diperjalanan pulang ia bertemu sahabatnya, seorang penjahit yang bersuara lembut. Dan Ia pun bercerita tentang surat yang Ia terima dari anaknya, coba kau lihat sendiri isi surat putraku ini.

Anthonius Ayorbaba, selaku Kakanwil Kemenkumham Papua Barat bersama Menteri HUkum dan HAM Indonesia, Yasonna H Laoly, serta Foto Bersama dan beraudence dengan Bapak Menteri Hukum & HAM RI, untuk melaporkan kegiatan : 1.Serah Terima Kakanwil ; 2.Laporkan Kegiatan Deklarasi Janji Kinerja : 3. Melaporkan hasil Audence dgn Gubernur Provinsi Papua Barat dan 4.Meminta kesediaan Bapak Menteri untuk membuka kegiatan Pelatihan Paralegal untuk 200 Pendeta & Kepala Suku, dalam rangka HUT Pekabaran Injil ke-164, & Hari Bhakti Imigrasi ke-69,. Terima Kasih karena Bpk Menteri akan menghadiri kegiatan tersebut, Tuhan Baik,. (Foto Pribadi)

 

Sobatku, si penjahit itu lalu membaca surat tersebut dengan suaranya yang lembut, tenang dan jelas. Surat yang dibaca oleh penjahit itu berbunyi sangat lain, sehingga membuat si tukang kayu itu pun menjadi sedih.

 

Dan si Ayah berkata: “Oh anakku yang malang, kamu pasti sangat menderita, lebih baik aku segera mengirimnya uang sekarang juga.” Dampak dari pesan sangat tergantung pada cara si pembaca  penyampaiannya.

 

Sobatku, bukankah Konflik yang terjadi antara pasangan suami istri, sahabat dan rekan kerja, rekan sepelayanan sering terjadi, bukan karena ada masalah besar dan rumit yang tidak bisa dipecahkan. Namun karena kita tidak dapat mengatur cara kita mengucapkan dan menyampaikannya.

 

Terutama saat kita tidak setuju, seharusnya kita bisa menyampaikannya dengan sikap lebih sabar, ramah dan lembut. Sehingga yang mendengarnya akan mudah menerima dan tidak akan terjadi pertentangan.

 

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yakobus 1:19)

 

Sobatku, marilah kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan dengan baik apa yang sedang dibicarakan, agar saat kita akan mengambil keputusan untuk disampaikan, perkataan yang lemah lembut dan berhikmat akan menghasilkan keputusan yang memberkati banyak orang.

 

SUDAHKAH KITA DENGAN LEMAH LEMBUT MENGUCAPKAN PERKATAAN YANG MEMBERKATI… ??.

Renungkanlah…. !

 Selamat Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat bagi orang lain.

     …Tuhan Yesus Berkati…

 

Dukung & Doakan VG Emaus Bermazmur, Vol.2, PEDULI KOROWAI. (ISTIMEWA)

*Dukung & Doakan VG Emaus Bermazmur, Vol.2, PEDULI KOROWAI*
Telah di edarkan pada Jemaat2 GKI :
1. Klasis Port Numbay
2. Klasis Sentani
3. Klasis Manokwari
4. Klasis Yapen Seĺatan.

 

 

 

Semua dukungan jemaat & bapak/ibu/Sdr/i dengan doa & membeli DVD Emaus Bermazmur akan sangat berarti utk membantu penerjemahan Alkitab dari Bahasa Indonesia, ke bahasa Suku Koròwai & Korowai Batu, di Kabupaten MAPPI, yang rindu membaca Alkitab dengan Bahasa Mereka sendiri.

Tuhan Yesus memberkati.

Executìve Pròducer,  Anthonius Ayorbaba,.
🙏🙏🙏👏👏👏