“Empat pencandu kami rujuk, tiga ke Makasar dan satu ke rumah sakit jiwa. Rehabilitasi yang kami lakukan ini hanya sebatas rawat jalan saja, kalau rawat inap kita lakukan di luar,” kata Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arianto, S.Pd, di ruang kerjanya, Rabu (16/01/2019) kemarin pagi. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Jayapura selama tahun 2018 sudah merehabilitasi 46 oranh pecandu dan penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura.

“Empat pencandu kami rujuk, tiga ke Makasar dan satu ke rumah sakit jiwa. Rehabilitasi yang kami lakukan ini hanya sebatas rawat jalan saja, kalau rawat inap kita lakukan di luar,” kata Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arianto, S.Pd, di ruang kerjanya, Rabu (16/01/2019) kemarin pagi.

46 pecandu yang saat ini tengah menjalani rehabilitasi, menurut Arianto, sudah melebihi target yang diberikan BNN Provinsi Papua yaitu, 30 residen (pasien).

Selaim itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa proses rehabilitasi tersebut sudah dilakukan langsung di Puskesmas.

“Seperti di Puskesmas Depapre itu ada dua residen sedangkan di Puskesmas Harapan ada satu orang. Jadi, ada tiga residen yang saat ini menjalani rehabilitasi di Puskesmas,” imbuhnya.

 

Kedepan, pihaknya berharap agar semua Puskesmas juga bisa berjalan untuk merehabiltasi para pecandu narkoba yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Selama ini alasan residen atau pasien malas berobat itu adalah anggaran. Jadi, kami sudah melatih petugas Puskesmas agar dapat merehabilitasi pasien juga. Jadi, target kami untuk tahun 2018 kemarin dari 30 menjadi 46 dan yang sudah diproses hukum itu ada tujuh orang. Ketujuh ini sudah diproses dan dikenakan pidana, semuanya kasus narkoba jenis ganja,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here