Merajut Nusantara : Komitmen Pertamina Hingga Pelosok Negeri

553
DPPU Karel Sadsuitubun memiliki kontribusi penjualan sebanyak rata-rata 8 KL/hari. DPPU ini memiliki 4 tangki modular dengan kapasitas masing-masing 23 kiloliter. Keberadaan DPPU ini akan mendukung perkembangan transportasi udara di wilayah kepulauan di Provinsi Maluku. (Foto Humas Pertamina)

TUAL,  MALUKU TENGGARA (LINTAS PAPUA)  –   Terletak di wilayah dengan topografi menantang, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku – Papua terus meningkatkan upaya untuk menyalurkan energi hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau di Kawasan Timur Indonesia.

Berbagai langkah ditempuh oleh Pertamina termasuk perluasan sarana dan fasilitas untuk mendukung ketahanan energi hingga ke wilayah pelosok negeri. Kehadiran Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Karel Sadsuidtubun, Langgur yang diresmikan pada Kamis (17/01/2019) adalah salah satu upaya Pertamina untuk mendorong pemerataan dan ketahanan energi bagi seluruh masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau. Kehadiran Pertamina di wilayah ini tidak untuk mencari keuntungan, namun sebagai langkah untuk Merajut Nusantara.

Caption Foto : General Manager Pertamina MOR VIII, Iin Febrian, di sela-sela kegiatan peresmian DPPU KS Tubun di Langgur pada Kamis (17/01) serta situasi DPPU Karel Sadsuitubun memiliki kontribusi penjualan sebanyak rata-rata 8 KL/hari. DPPU ini memiliki 4 tangki modular dengan kapasitas masing-masing 23 kiloliter. (Foto Humas Pertamina)

“Pertamina tidak hanya hadir di wilayah strategis saja seperti di jalur gemuk atau daerah yang sangat ekonomis untuk bisnis seperti Soekarno Hatta, Ngurah Rai, dan Juanda,” ujar General Manager Pertamina MOR VIII, Iin Febrian, di sela-sela kegiatan peresmian DPPU KS Tubun di Langgur pada Kamis (17/01).

“Saat ini belum ada pihak-pihak yang menjangkau wilayah pelosok untuk menyediakan energi bagi masyarakat, khususnya untuk bahan bakar pesawat (Avtur). Namun, Pertamina hadir di wilayah yang sulit dijangkau meskipun tidak ekonomis secara bisnis karena ini merupakan amanah bagi Pertamina untuk merajut nusantara,” tambahnya.

Iin menambahkan bahwa Pertamina juga mempertimbangkan aspek sosial kemasyarakatan untuk menciptakan multiplier effect. Beroperasinya DPPU Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku Tenggara menjadi pertanda kehadiran Pertamina dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di wilayah tersebut karena akan memberikan dampak yang positif tidak hanya bagi perkembangan transportasi udara, tetapi juga aspek sosial ekonomi masyarakat.

“Harapannya akan muncul multiplier effect dari peresmian DPPU Karel Sadsuitubun ini, jadi semuanya bisa lebih baik di sektor ekonomi, sosial, dan peningkatan pariwisata,” ungkapnya.

DPPU Karel Sadsuitubun memiliki kontribusi penjualan sebanyak rata-rata 8 KL/hari. DPPU ini memiliki 4 tangki modular dengan kapasitas masing-masing 23 kiloliter. Keberadaan DPPU ini akan mendukung perkembangan transportasi udara di wilayah kepulauan di Provinsi Maluku.  (Fransisca / Comrel MOR 8)