DPR Papua Dukung Penambahan Dana Rp. 118 Miliar untuk PON XX 2020

0
325
Anggota Komisi II DPR Papua, Kope Wonda menjelaskan, bahwa Meskipun ketiga indikator kesejahteraan tersebut menunjukan trend positif di level makro ekonomi, proyeksi untuk tetap optimal dalam grafik ekonomi daerah di tahun 2019 ini. (Foto Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Anggota Komisi II DPR Papua, Kope Wonda menjelaskan, bahwa Meskipun ketiga indikator kesejahteraan tersebut menunjukan trend positif di level makro ekonomi, proyeksi untuk tetap optimal dalam grafik ekonomi daerah di tahun 2019 ini.

“Agar tetap menyimpan tantangan, terlebih melihat formasi struktur OPD Pemerintah Provinsi Papua yang turut melikuidasi beberapa OPD strategis di Bidang Perekonomian,” ujar Kope Wonda, yang menjelaskan laporan dari Komisi II DPR Papua, dalam pendangan umum komisi pada sidang ke VIII Rancangan Peraturan Daerah Provinsi tentang APBD tahun 2019 dan Raperdasus Non APBD, Kamis (17/1/2019) di ruang sidang DPR Papua.

Caption Foto : Suasana dalam pendangan umum komisi pada sidang ke VIII Rancangan Peraturan Daerah Provinsi tentang APBD tahun 2019 dan Raperdasus Non APBD, Kamis (17/1) di ruang sidang DPR Papua. Tampak Ketua Komisi II DPR Papua, Herlin Beatrix M. Monim, SE., bersama anggota komisi lainnya. (Foto Istimewa)

“Dengan jumlah OPD yang lebih ramping, bidang perekonomian tentu harus bekerja lebih esktra, terutama dalam mensingkronisasi bidang kerja,” jelasnya.

Diakui, sebagaimana sesuai laporan dari Komisi II DPR Papua juga termuat penjelasan dari beberapa OPD yang terkena dampak dari kebijakan penggabungan.

“Terhadap hal ini, Komisi II berharap agar semua pihak, secara khusus mitra kerja Komisi II untuk tetap menaruh optimisme, terlebih dengan adanya kebijakan penambahan anggaran untuk bidang perekonomian di tahun 2019 sebesar Rp. 118.631.000.000,- (Seratus Delapan Belas Milyar, Enam Ratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah).

 

“Kebijakan ini sungguh kami apresiasi, sekaligus maknai bahwa Saudara Gubernur sungguh menaruh kepedulian bagi upaya pengembangan ekonomi local,” ungkapnya.

 

Kope Wonda menilai, sebagai tindak lanjut, alokasi tambahan anggaran sebesar Rp. 118.631.000.000,- (Seratus Delapan Belas Milyar, Enam Ratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah) tersebut, akan kami dorong untuk mendukung persiapan penyelenggaraan kegiatan PON XX 2020.

“Terutama pada kegiatan  Pembangunan gedung sentra (gallery) pemasaran hasil kerajinan asli Papua, Pengembangan usaha mikro di bidang perikanan air tawar di Danau Sentani,” katanya.

“Demikian juga peternakan babi, peternakan sapi, maupun peternakan ayam potong serta telur di wilayah-wilayah yang potensial untuk swasembada dan Perluasan atau ekstensifikasi lahan serta pembibitan untuk perkebunan kopi, sayur mayur dan palawija juga akan di inisiasi di seantero tanah Papua,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here