Korfball Papua Barat Segera Terbentuk : Siap Ikut PON XX 2020

0
758
Dari depan Septer Dimara, S.Sos, Ir. Agusthinus Joumilena, MM, dan Elisabeth Sroyer, SH, MSi., ketiganya Pemegang Mandat dari Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia untuk Pembentukan Cabang Olahraga Korfball Wilayah Papua Barat. Tampak ketiganya saat memberikan keterangan dalam sebuah pertemuan. (Foto Istimewa)

MANOKWARI (LINTAS PAPUA)  –  Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Provinsi Papua Barat segera terbentuk kepengurusannya, guna  mempersiapkan berbagai agenda perlombaan dan pelatihan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Provinsi Papua.

 

Hal ini disampaikan oleh Pembawa Mandat dari Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI),   Ir.  Agusthinus Joumilena,  MM.,   Septer S.  Dimara,  S. Sos., dan  Elisabeth Sroyer,  SH,  M.Si, dalam sebuah keterangan pers  kepada lintaspapua.com di Manokwari, Kamis (17/1/2019).

Caption Foto : Berita Acara untuk kesiapan terbentuknya pengurus Papua Barat dan ilustrasi pertandingan Korfball. (Foto Istimewa)

“Korfball sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON XX 2020, sehingga Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) telah mendelegasikan kami, tentunya untuk menyusun kepengurusan dan lainnya,” ujar Ir.  Agusthinus Joumilena, MM., dalam keterangannya.

 

Disampaikan, bahwa untuk perdana diberikan technical handbooks atau draf peraturan teknis penyelenggaraan pertandingan perlombaan Korfball, yang mana sesuai dengan panduan untuk pertandingan berdasarkan peraturan internasional.

 

Sementara itu, Penerima Mandat Papua Barat, Septer S.  Dimara,  S. Sos., menjelaskan bahwa pihaknya berterimakasih kepada Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) dan kepada Ir. Agusthinus Joumilena yang membawa mandat olahraga cabang baru ini dari pengurus pusat dan ini tentunya harus direspon secara baik, sehingga menjadi bagian dari kesiapan KONI Papua Barat dalam mengikuti PON XX 2020.

Caption Foto : Dari depan Septer Dimara, S.Sos, Ir. Agusthinus Joumilena, MM, dan Elisabeth Sroyer, SH, MSi., ketiganya Pemegang Mandat dari Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia untuk Pembentukan Cabang Olahraga Korfball Wilayah Papua Barat. (Foto Istimewa)

“Untuk kesiapan pengurus telah mencapai 80 persen dan selanjutnya 20 persen akan jumpa ketua umum atau Gubernur Papua Barat, “ jelasnya.

 

Septer S.  Dimara menambahkan, dalam kesempatan ini, pihaknya juga akan mencari waktu untuk melaporkan kepada gubenrur , namun ini merupakan  peluang, sehingga inii nantinya bisa menambah pundi – pundi bagi Papua Barat.

 

“Semua kesiapan 80 persen dan sisanya 20 persen  akan jumpa bapa Gubernur, sehingga kepngurusan bisa dilantik dan bisa bekerja untuk kesiapan sejumlah agenda untuk pelatihan wasit dan tim yang nantinya mengiukuti PON XX 2020 di Provinsi Papua di Jayaputra,” jelasnya.

 

Korfball pertama dipertandingkan pada PON Pertama di Solo 1948 dan PON 3 dan PON 4 di Sulawesi Selatan, namun tidak lagi jalan atau vakum hingga PON XX 2020 direncanakan akan di pertandingkan kembali.

Sekilas Sejarah dan Permainan Korfball

SEJARAH

Korfball adalah berasal dari Belanda. Pada tahun 1902, Nico Broekhuysen, seorang guru sekolah Belanda dari Amsterdam  dikirim ke Naas, sebuah kota di Swedia untuk mengikuti kursus pelatihan pada pengajaran senam  kepada anak-anak. Hal ini terjadi, ketika diperkenalkan di Swedia permainan “ringball”. Dalam ringball seorang dapat skor dengan melempar bola melalui cincin yang melekat pada tiang setinggi 3 m. Pria dan wanita bermain bersama, dan lapangan dibagi menjadi 3 zona. Mereka tidak mungkin meninggalkan daerah mereka.

PERMAINAN

Korfball adalah olahraga yang dimainkan oleh delapan orang, terdiri dari empat orang pemain putra dan empat orang pemain putri dalam satu tim. Korfball dimainkan oleh dua tim. Sebuah pertandingan korfball terdiri dari dua babak, masing-masing 30 menit dengan istirahat 10 menit diantara babak. Ukuran lapang korfball adalah 20 x 40 m apabila indoor sedangkan 30 x 60 m apabila outdoor. Ukuran bolanya sama dengan ukuran bola tendang tetapi lebih mudah dicengkeram dan melambung (seperti bola basket). Tinggi ring untuk memasukkan bola adalah 3,5 meter.

Pemain membuat skor dengan melemparkan bola melalui ring lawan, point masuk akan mendapat nilai satu. Setelah dua gol, terjadi perubahan pemain, pembela ( bertahan ) menjadi penyerang dan penyerang menjadi pembela. Tendangan bebas dalam korfball disebut freepast. Dalam permainan ini setelah memegang bola pemain hanya diperkenankan bergerak satu langkah. (Dhoto Eveerth / lintaspapua.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here