JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Bagi warga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pembangunan yang dilakukan oleh Jokowi patut diapresiasi. Ratusan warga dari berbagai daerah di Tasikmalaya yang bergabung dalam Jaringan Perantau Asli Tasik (Japata) secara sukarela datang ke Jakarta untuk mengungkapkan dukungan kepada Jokowi. Dukungan itu terkait dengan prestasi dan kinerja Jokowi selama 4 tahun yang dinilai oleh mereka sebagai kepedulian kepada daerah.

Junen Hudaya yang berorasi di depan Istana menyampaikan dengan jelas bahwa selama pemerintahan Jokowi-JK, Jokowi telah bekerja membangun Indonesia dan menyejahterakan rakyat dengan berbagai program seperti dana desa, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan berbagai program lainnya.

Junen juga menyebutkan bahwa Jokowi sangat memerhatikan desa dan warga desa di seluruh pelosok Indonesia. Di bagian lain, Junen juga meminta perhatian Jokowi untuk membangun jalan tol Bandung-Tasikmalaya, hingga nantinya ke Banjar-Cilacap dan Yogyakarta.

“Saya ingin menyampaikan bahwa yang namanya desa itu selalu ada di pikiran dan hati saya karena saya berasal dari desa. Selama empat tahun ini pemerintah betul-betul ingin fokus kepada desa. Desa menjadi bintang utama pembangunan selama empat tahun ini. Saya percaya dengan membangun desa, maka kita membangun Indonesia,” kata Jokowi di Semarang saat acara sarasehan dana desa di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Semarang Kamis (22/11/2018).

“Dana yang telah dikucurkan pemerintah tahun 2015 Rp 20 triliun, 2016 Rp 47 triliun, 2017 Rp 60 triliun, 2018 Rp 60 triliun, tahun depan 2019 Rp 70 triliun. Naik, naik, naik, naik terus,” ucapnya.

Jokowi berharap agar dana desa hanya berputar di desa dan dimanfaatkan untuk pembangunan secara maksimal agar kesejahteraan desa dan warganya semakin meningkat.

“Agar uang beredar terus di situ (desa). Jangan kembali ke kota apalagi Jakarta, sehingga peredaran uang di desa, maksimal kecamatan semakin besar. Tanpa perputaran uang, mustahil desa meningkat kesejahteraannya,” kata Jokowi.

Di tahun 2019, selain untuk pembangunan, Jokowi meminta agar dana desa yang dialokasikan tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa saja, melainkan dapat digunakan pula untuk menunjang program inovasi desa dan segala hal yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia.

“Saya minta untuk nanti 2019 yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia itu betul-betul diberikan perhatian. Misalnya yang berkaitan dengan stunting bisa menjadi perhatian kita,” tuturnya.

Jokowi mengatakan bahwa persoalan stunting ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Gizi buruk sebagai penyebab stunting dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depannya.

Pemanfaatan dana desa untuk tujuan tersebut telah diatur dalam Permendes Nomor 19 Tahun 2017 yang menyebut bahwa desa dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat dan pendidikan. ( https://jokowidodo.app/post/detail/demo-warga-di-depan-istana-dukung-program-kerja-jokowi )