JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Hubungan akrab antara presiden yang masih menjabat dan presiden sebelumnya tidak selalu terjadi, jika tidak bisa disebut langka. Karena alasan tidak boleh ada matahari kembar, misalnya, seringkali presiden yang baru menjabat berusaha memberangus kharisma dan pengaruh presiden sebelumnya di berbagai lini.

Akan tetapi tidak demikian dalam hubungan antara Presiden Jokowi dan Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie. Ibarat dua sejoli, keduanya terus merawat kedekatan dan persahabatan.

Jokowi yang lebih muda menghormati Habibie yang lebih tua dan menempatkannya sebagai guru atau senior. Sebaliknya, Habibie yang lebih tua senantiasa menyayangi yang muda; memberi dorongan semangat dan nasihat-nasihat yang membangun bagi Jokowi.

Jokowi dan Habibie adalah fenomena. Keduanya bukan berasal dari partai politik yang sama. Keduanya pun berasal dari latar belakang berbeda. Tapi toh kedua tokoh politik ini dapat menjalin hubungan yang unik dan mesra.

“Beberapa saat lalu saya menerima Bapak BJ Habibie, Presiden RI ke-3 dan penggerak industri penerbangan Indonesia. Beliau seorang tokoh yang menginspirasi dan selalu berikhtiar mendorong Indonesia menguasai teknologi maju,” kata Jokowi dalam akun resmi Facebook-nya, tanggal 19 Januari 2017.

Sementara, bagi Habibie, Jokowi sudah dianggapnya sebagai anak sendiri. “Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri. Saya sangat mencintainya,” kata Habibie dalam buku Jokowi Menuju Cahaya karya Alberthiene Endah.

Jokowi dan Habibie terakhir berkomunikasi hari Senin, 14 Januari 2019, melalui video call. Jokowi mendoakan kesehatan Habibie yang sedang bersiap menjalani operasi ginjal dan mata di Jerman. Jokowi juga minta masukan ihwal pengembangan sumber daya manusia (SDM) kepada Habibie. (https://jokowidodo.app/post/detail/mesranya-jokowi-dan-habibie )