Yesaya 27: Roma 11:23

“Apakah TUHAN memusnahkan umat-Nya seperti Ia memusnahkan orang yang memusnahkan mereka? Atau apakah Ia membunuh umat-Nya seperti Ia membunuh orang yang membunuh mereka?”  (Yesaya 27:7)

 

TIDAK PERNAH DIBATALKAN

Perjanjian Allah tidak pernah dibatalkan sedangkan manusia seringkali mengingkari janjinya sendiri. Suatu ketika ada seorang pekerja dalam sebuah perusahaan sedang dijanjikan oleh pimpinannya akan dibelikan kendaraan jikalau omset perusahan sudah mencapai target yang sudah ditentukan. Dan saat omset perusahaan tersebut sudah tercapai, pekerja tersebut mulai menanyakan apa yang sudah dijanjikan itu.

Karena sudah lama pekerja tersebut sangat merindukan memiliki kendaraan sendiri sebagai sarana transportasi untuk bekerja maupun untuk kegiatan yang lainnya. Namun pimpinannya menjawab, “untuk kali ini perusahaan masih belum bisa memenuhi apa yang sudah dijanjikan beberapa waktu yang lalu, kemungkinan di lain waktu, kalau tidak ada halangan.”

Setelah mendengar jawaban dari sang pimpinan, pekerja tersebut merasa sedikit kecewa. Namun hal itu tidak mengurangi kinerja dan loyalitas pekerja tersebut, karena ia yakin bahwa segala sesuatu indah pada waktunya.

 

Allah telah berjanji untuk menyelamatkan kaum Israel dan menjadikan mereka sebagai Kerajaan Imam sehingga keselamatan bisa sampai ke seluruh umat manusia di muka bumi melalui bangsa ini (Keluaran 19:4-6).

 

Namun bangsa Israel melakukan berbagai kesalahan fatal yang membuat mereka semakin jauh dari janji itu. Mereka menyembah patung anak lembu emas di gunung Sinai, selain beribadah kepada Allah yang hidup namun juga menyembah kepada patung-patung buatan tangan manusia, melakukan pernikahan dengan orang-orang kafir dan menyepelekan hukum-hukum Tuhan.

 

Oleh karena semua kesalahan itu bangsa Isarel harus menanggung berbagai penderitaan yang sangat memilukan hati. Namun Allah bukan manusia yang serta merta membatalkan janjinya oleh karena adanya pengingkaran tersebut. Pengharapan masih ditawarkan kepada bangsa Israel jikalau mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka (Roma 11:23).

Tuhan masih tetap mengumpulkan mereka satu demi satu untuk dibawa sujud menyembah kepada Tuhan di gunung yang kudus, di Yerusalem dalam kerajaan seribu tahun damai nanti.

 

Renungankanlah….

Allah senantiasa menunggu dengan sabar kapan waktunya engkau kembali kepadaNya dan bertobat dari jalan-jalanmu yang jahat. Mungkin engkau sudah terlalu jauh berkubang dalam dosa dan berpikir tidak mungkin dosaku diampuni. Ingatlah, bahwa perjanjian Allah tidak pernah dibatalkan dalam hidupmu asal engkau datang kepadaNya dengan segala kerendahan hati.

 

Keselamatan adalah janji Allah yang tidak pernah berubah bagi setiap orang yang mau bertobat dan berbalik dari jalan-jalannya yang jahat.

Selamat Hari Selasa, hari ke-15 di Bulan Januari 2019, Terus Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat bagi orang lain.

   …Tuhan Yesus Berkati..

( MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN )