Sekda Hery Dosinaen : Hak Mahasiswa Papua di Luar Negeri Sudah Diselesaikan

256
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sudah menyelesaikan hak-hak mahasiswa Papua, yang tengah menjalani studi di luar negeri. Hal itu disampaikan oleh Sekda Papua, Hery Dosinaen, kepada wartawan di Jayapura, Kamis, (10/1/2019). (Berti Pahabol / lintaspapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua  sudah menyelesaikan hak-hak mahasiswa Papua, yang tengah menjalani  studi di luar negeri. Hal itu disampaikan oleh Sekda Papua, Hery Dosinaen, kepada wartawan di Jayapura, Kamis, (10/1/2019).
“Bantuan  bagi mahasiswa yang ada di luar negeri tidak ada masalah, anggaran sudah dicairkan sejak tanggal 28 Desember 2018 kemarin,” ungkap Sekda.
Dikatakan,  sudah memanggil Kepala Biro Otsus,  dan dari keterangannya, hak-hak mahasiswa Papua yang studi di luar negeri sudah  diselesaikan. “intinya, semua hak sudah dibayarkan, jadi tidak ada masalah lagi,” ujarnya.
Ketua Komisi III DPR Papua, Carolus Bolly, SE, MM., saat diwawancara. (istimewa)

Ditempat terpisah, Ketua Komisi III DPRP Carolus Bolly mengatakan, dana Beasiswa mahasiswa Papua sebesar Rp 48 Miliar lebih sudah dicairkan oleh Biro Otsus  Setda Papua. Namun belum bisa langsung ditransfer, karena libur akhir tahun.

Karenanya, jelas Bolly, pihaknya  menghimbau kepada anak-anak Papua yang sementara penempuh pendidikan di luar negeri, agar bersabar sampai dana masuk untuk membayar semester maupun uang saku mereka.
Sebelumnya, Yves Papare orangtua  atau ayah kandung  dari Yvette Helene Papare, bersama  6  mahasiswa Papua  yang tengah studi George Mason University di Virginia USA  membuat pernyataan terbuka kepada Masyarakat luas, Media-Media Pemberitaan, Grup-Grup Whatsapp, dan semua Media Sosial lainnya.
Surat yang saya kirimkan pada 04 Januari 2019 untuk meminta pertolongan dari Ketua DPR Papua Bapak Yunus Wonda kepada anak saya dan rekan-rekannya yang studi di George Mason University di Virginia USA, diluar dugaan telah beredar luas di ruang publik yang kemudian telah menimbulkan kontroversi dan munculnya berbagai komentar miring dan negatif dari banyak pihak kepada Biro Otsus Papua.
Atas hal tersebut di atas, dengan sangat menyesal dan penuh rasa bersalah saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Kepala Biro Otsus Papua beserta seluruh jajarannya, dan melalui pernyataan terbuka ini saya ingin memulihkan nama baik Kepala Biro Otsus Papua dan seluruh jajarannya dengan cara apapun juga.
Hari ini Senin, 07 Januari 2019 pada jam 10:20 Waktu Papua, saya telah datang menghadap Kepala Biro Otsus Papua dan telah menyaksikan dengan mata kepala saya bahwa Biro Otsus Papua telah membayar dana beasiswa untuk seluruh items kepada anak saya dan rekan-rekannya di George Mason University di Virginia USA, dan mereka ada dalam keadaan aman, dan sama sekali tidak terancam deportasi, sehingga isi surat saya kepada Ketua DPRP Bapak Yunus Wonda, saya nyatakan keliru dan sungguh-sungguh saya cabut.
Dari lubuk hati yang dalam, saya memberikan apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Kepala Biro Otsus Papua dan seluruh jajarannya yang telah berjerih-lelah bekerja dengan sungguh-sungguh siang dan malam untuk kepentingan pengembangan dan kemajuan SDM Papua baik itu pelajar dan mahasiswa Papua yang ada tersebar di dalam negeri maupun di luar negeri.
Saya tidak mungkin mampu membalas semua budi baik orang-perorang yang telah memikul tanggung jawab yang berat pada Biro Otsus Papua, namun saya hanya bisa berdoa kiranya TUHAN YESUS KRISTUS membalas dengan mencurahkan berkat dan perlindungan kepada orang perorang di semua tingkatan dan jajaran pada Biro Otsus Papua, dan juga memberkati seluruh anak-anak Papua dimanapun berada yang sementara menempuh studi dengan berbagai-bagai tantangan, sehingga pada akhirnya meraih kesuksesan dengan gilang gemilang.
Demikian pernyataan terbuka saya dan mohon bantuan kepada semua pihak yang telah membaca pernyataan saya ini dapat menyebar-luaskan kepada semua orang. Terima kasih. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )