SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pertemuan lima kepala daerah se-Tanah Tabi kembali digelar di Bumi Khenambay Umbay (sebutan Kabupaten Jayapura), pada Rabu (9/1/2019) kemarin pagi.

Lima kepala daerah tersebut yakni, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si,, Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tommy Mano, MM., Bupati Keerom, M. Markum., Wakil Bupati Sarmi, Yosina T. Insyaf dan Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa.,  menggelar pertemuan bersama, di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (9/1/2019).

Caption Foto : Kelima Pimpinan Daerah, dalam suasana Pertemuan Bersama Antara Para Kepala Daerah se-Tanah Tabi, yang berlangsung du Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (9/1/2019) kemarin. (Irfan / HPP)

Selain di hadiri oleh para pimpinan daerah, pertemuan tersebut juga di hadiri oleh Kepala-kepala Perangkat Daerah dari lima wilayah tersebut serta tokoh-tokoh masyarakat adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan sejumlah pihak berkompeten lainnya.
Melalui pertemuan bersama itu, di hasilkan sejumlah kesepakatan yang akan menjadi kebijakan daerah.

kebijakan-kebijakan bersifat strategis dalam membangun daerah dan masyarakat di wilayah adat Matahari Terbit atau Tabi.

Usai melakukan pertemuan tertutup dari pagi hingga siang hari, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, menyampaikan bahwa pertemuan yang dilakukan kelima kepala daerah tersebut membahas sejumlah hal strategis pembangunan di Tanah Tabi.

“Kami mendiskudikan sejumlah hal-hal strategis terkait dengan pembangunan di Tanah Tabi,” ujar Bupati Mathius ketika menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela pertemuan lima kepala daerah se-Tanah Tabi, Rabu (9/1).

Menurutnya, salah satu contoh kebijakan strategis daerah yang di bicarakan adalah tentang pentingnya dukungan dari pimpinan daerah, empat kabupaten dan satu kota dalam rangkah pelaksanaan PON XX tahun 2020.

Dikatakan, kesepahaman bersama yang terbangun di antara semua kepala daerah di Tanah Tabi bukan hal yang baru tetapi telah di mulai oleh pihaknya sejak tahun 2013. sejak diriya menjadi bupati Jayapura periode pertama.

“Kami berharap supaya semua pihak dapat memahami atau memaknai pertemua kami para kepala daerah dengan baik. Jangan berpikir politik apalagi mempolitisir pertemuan kami, tetapi inilah wujud keseriusan kami membangun daerah ini kedepan untuk lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu,  di tempat yang sama, Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM. menuturkan, bahwa pada dasarnya pertemuan yang di gelar oleh dirinya bersama para bupati adalah hal yang biasa dan sering dilakukan,  sehingga tidak ada yang berlebihan.

Wali Kota Jayapura dua periode ini menilai, pesatnya pembanguan di tanah Papua telah memaksa untuk setiap kepala daerah harus berpikir strategis untuk membangun daerah. Sebab itu, melalui pertemuan akan dihasilkan beberapa keputusan bersama yang akan di jadikan panduan dalam membangun Tanah Tabi.

“Kalaupun harus Tanah Tabi ini menjadi provinsi maka kami tetap akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Papua serta kami menjadi bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas pria yang akrab disapa BTM ini.

Pertemuan bersama itu berlangsung sejak pagi hingga berahir sore. didalamnya telah di hasilkan beberapa kesepakatan yang menjadi rekomendasi untuk di tindaklanjuti selanjutnya. gerakan Tabi bangkit terus akan di seruhkan membangun kebersamaan dalam menata pembangunan yang bersifat strategis. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)