BTM Telah Surati Bank Papua dan PT. Freeport : Tak Ingin Kehilangan Pemain Terbaik Persipura

223
Persipura Jayapura. (FOTO SYAIFUL AHMAD PAEMBONAN - PERSIPURA OFFICIAL)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Manajemen Persipura Jayapura melalui Ketua Umum Persipura Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM.,  kembali memberi ultimatum kepada dua perusahaan yang akan menjadi sponsor utama Persipura Jayapura yakni, Bank Papua dan PT Freeport Indonesia untuk segera menindaklanjuti nota kesepahaman.

Ini diungkapkan pria yang akrab disapa BTM tersebut disela-sela kegiatan Deklarasi Metu Debi 2013 Merajut Spirit Tabi, di Grand Allison, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (9/1/2019) siang. BTM mengakui tak ingin kembali kehilangan para pemain terbaiknya jelang kompetisi Liga 1 Tahun 2019.

Caption Foto : Situasi saat Berada di Jogja, tim Mutiara Hitam Persipura jajaki Lapangan Sepak Bola Yogyakarta Independent School (YIS) untuk memulai persiapan jelang laga melawan PSIS Semarang, Sabtu (1/12/2018) lalu. (Foto diambil dari Persipura Official karya foto Syaiful Ahmad Paembonan).

Diketahui dua sponsor yaitu, Bank Papua dan PT Freeport Indonesia ini yang akan menjadi sponsor utama Persipura Jayapura dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2019 dan bisa bergerak cepat di bursa transfer.

BTM juga menuturkan, pihaknya juga tak ingin kehabisan stok pemain-pemain asing berkualitas yang tersedia di bursa transfer 2019 ini.

“Kemarin saya sudah menyurati PT Bank Papua untuk secepatnya kita dapat menandatangani kerja sama, saya juga sudah menyurati PT Freeport Indonesia juga. Karena kalau lama para pemain kita di Persipura bisa saja lari keluar. Dan kalau ada kerja sama dengan kedua sponsor ini kita bisa secepatnya mengambil pemain-pemain yang asing berkualitas,” ujar Ketua Umum Persipura Jayapura, DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM., di Jayapura,  Rabu, 9 Januari 2019, siang tadi.

Pasalnya, menurut BTM, jika pihak sponsor terlambat merealisasikan dana maka yang ditakutkan Persipura pun akan mendapatkan pemain-pemain yang tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Boaz Solossa, dalam Suasana Latihan bersama Pemain Persipura, pada Selasa (4/12/2018) kemarin sore, di Lapangan Stadion Mandala, tim Mutiara Hitam Persipura Jayapura jalani latihan rutin guna persiapan untuk laga terakhir melawan Perseru Serui di Gojek Liga 1 2018 Bersama Bukalapak, Minggu (9/12/2018) mendatang. ((Foto Syaiful Ahmad Paembonan / Persipura Official Facebook)

“Kalau terlambat, kita hanya akan dapat pemain sisa saja yang kualitasnya di bawah standar. Jadi saya harapkan Bank Papua bisa sponsori Persipura sekitar  Rp 12 miliar hingga Rp 15 miliar,” ungkapnya.

“PT Freeport juga, kemarin saya sudah layangkan suratnya, kalau boleh secepatnya kita tanda tangan. Kalau tidak pemain-pemain kita akan dilirik tim lain, karena statusnya sekarang mereka ini pemain bebas,” sambung Wali Kota Jayapura dua periode tersebut.

Lanjut BTM, pihaknya pun tak akan menutup mata untuk ikut berkontribusi bagi Bank Papua. Bahkan hal tersebut pun diakuinya sudah dilakukan oleh pihaknya.

 

 

“Kalau dana tersedia kita juga akan berusaha di manajemen. Ada beberapa pengusaha yang kita minta untuk menanamkan sahamnya di Bank Papua. Ada yang sudah masuk Rp 1 miliar, Rp 2 miliar, dan juga saya sudah minta kepada masyarakat kota dan seluruh ASN saya yang jumlahnya ada 5.000 mereka harus punya kartu debit Persipura,” terangnya.

Ditambahkan BTM, manajemen Persipura semula hendak merekrut sejumlah pemain berkualitas yang berasal dari Papua, termasuk memulangkan kembali Alberto Goncalves dan Zahrahan Krangar. Hanya saja ia mengakui jika itu membutuhkan dana yang cukup besar.

“Kita punya niat mengambil Engelbert Sani, Marco Meraudje, Beto, Zahrahan, tapi nilainya sangat mahal, maka itu kalau dananya cepat masuk ya berarti kita bisa mengambil mereka. Yang penting mereka belum terikat dengan klub lain. Untuk setiap kompetisi Persipura membutuhkan dana sekitar Rp. 35 miliar sampai desember. Itu yang kita butuhkan,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)