JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah akan membangun kembali kantor Graha Pemilu, yang sebelumnya dibakar oleh sekelompok massa yang tidak puas atas hasil pilkada setempat, April 2018 lalu.

 

Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak menegaskan, pembangunan kantor graha pemilu akan  dibagi dalam dua tahap. Dimana tahap pertama akan dibangun gedung KPUD, dengan total anggaran sebesar Rp 2 Miliar dari dana APBD induk  2019. Sedangkan tahap kedua pembangunan kantor Panwaslu dimana akan dianggarakan dalam APBD Perubahan 2019.

“Rencana tahun ini akan kami bangun. Kita sudah lapor ke Ketua KPU RI. Sebelumnya kami telah buat sejarah di Indonesia. Kami dapat rekor MURI, sehingga kami sayangkan adanya pembakaran tersebut,” ujar Ricky di Jayapura, Selasa (8/1/2019)

Terkait pembakaran, Ricky mengapresiasi Kapolda dan jajaran yang bertindak cepat menangkap otak pelaku pembakaran.

“Kami harap pelaku lainnya segera ditangkap sehingga ada efek jera bahwa siapapun yang atas keinginan sendiri melawan hukum membakar aset pemerintah negara, harus diproses hukum,” tegasnya.

Dia juga telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak ikut ikutan rame dalam kasus ini. Ricky mengaku sebelumnya, memang sempat ada rencana masyarakat untuk berunjuk rasa meminta agara kedua pelaku yang ditangkap dibebaskan.

“Namun akhirnya mereka (masyarakat) sadar dan mengerti bahwa massa tersebut (para pelaku pembakaran) sudah membakar kantor pemerintah sehingga harus di proses hukum,” terangnya.

Ditambahkan, saat ini aktivitas perkantoran dari kedua lembaga penyelenggaran pilkada tersebut dialihkan ke kantor lain untuk sementara waktu. Sehingga persiapan penyelenggaran pileg dan pilpres tetap berjalan.

Seperti diketahui, pemerintah kabupaten Mamberamo Tengah mendapatkan penghargaan MURI atas pembangunan kantor Graha Pemilu. Ini merupakan satu satunya di Indonesia yang menggabungkan kantor KPUD dan Panwaslu lengkap dengan fasilitas rumah dinas bagi pegawainya dalam satu area.

Kantor ini kemudian dibakar oleh sekelompok massa yang tidak puas atas putusan MA yang menolak gugatan pasangan calon Itama Ithago – Onny Pagawak. Akibat putusan tersebut, Pilkada kabupaten Mamberamo Tengah hanya diikuti oleh satu pasangan calon yakni Ricky Ham Pagawak – Yonas Kenelak yang merupakan pasangan petahana. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )