SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktur Pelabuhan Laut diawal tahun 2019 melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jayapura, sekaligus meninjau perkembangan terakhir pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Depapre.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tidak banyak berkomentar, namun hasil kunjungan akan di laporkan guna menjadi referensi Kemenhub RI dalam memprogramkan pembangunan bidang pelabuhan laut dan sejumlah bidang lainnya di Kabupaten Jayapura.

Kunjungan Kementerian Perhubungan RI melaluu Direktur Pelabuhan Laut itu di dampingi oleh sejumlah staf Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura.

Usai dari kantor Dishub selanjutnya, rombongan bersama staf bidang kelautan menuju lokasi pembangunan pelabuhan Peti Kemas Depapre.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, S.IP, M.KP menyatakan, bahwa pihaknya merasa beruntung karena dinas yang dipimpinnya itu mendapat kunjungan dari pihak luar yakni, di akhir tahun 2018 di kunjungi oleh sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sarmi dan di awal tahun 2019 ini di kunjungi oleh Kementerian Perhubungan RI.

“Kunjungan dari Kemenhub ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Kabupaten Jayapura, terutama dalam hal pembangunan sarana prasarana penunjang aktivitas perhubungan di daerah ini,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Distrik Sentani tersebut saat dikonfirmasi wartawan harian ini via telepon seluler, Selasa (8/1/2019) kemarin.

Dirinya juga menyatakan, bahwa dengan adanya kunjungan awal tahun dari Kemenhub RI dapat memacu dirinya selaku pimpinan dan para staf untuk kerja secara maksimal guna menghadirkan pembangunan di bidang tugas yang dimilki oleh Dishub.

“Kami sangat berterima kasih dan juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan yang memberikan perhatian bagi pembangunan di daerah ini. Perhatian ini juga adalah hasil dari upaya dan kerja keras Bupati dan Wakil Bupati Jayapura dalam menata pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)