Bencana Alam Awal Tahun 2019 : Wali Kota BTM dan Muspida Langsung Tinjau Lokasi

0
624
Wali Kota Jayapura dan Kapolres di Lokasi Banjir. (Ardiles / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Awal tahun 2019 ini, Kota Jayapura mengalami bencana banjir, tanah longsor, ruas jalan putus serta pohon tumbang, dikarenakan curah hujan dengan insensitas tinggi beberapa waktu lalu.

Atas kejadian ini Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano MM., di dampingi Kapolres Kota Jayapura, AKBP Gustav Urbinas, serta instansi terkait meninjau lokasi di beberapa titik longsor di Kota Jayapura bersama Badan Penanggulangan Bencana ( BNPB), minggu, 6 Januari 2019.

Caption Foto : Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM.,  bersama Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Jayapura, turun ke lokasi kejadian  melihat langsung lokasi warga yang terkena dampak tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Jayapura, Sabtu, 5 Januari 2019. (Foto Humas Setda Kota Jayapura)

Lokasi yang ditinjau ialah antara lain Kotaraja Dalam belakang kantor Diklat Papua, ruas jalan alternatif Kantor Walikota Jayapura, Rusunawa dok 9 pantai, Perumahan Pertamina Kayu Batu, Perumahan Lantamal X dok 5 atas.

“Langkah yang pertama bersama tim terpadu untuk membantu alat-alat berat guna membersihkan sampah akibat curah hujan yang cukup deras. Dinas Kebersihan, Satpol PP juga Dinas PU diharapkan dapat membantu warga, terutama 2 rumah yang cukup parah di dok 9,” kata Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano usai melakukan Peninjauan.

Orang nomor 1 di Kota Jayapura ini meminta kepada warga yang tinggal di lereng gunung harus berhati-hati, mengingat jumlah penduduk yang semakin padat dengan luas wilayah yang kecil, sehingga masyarakat membangun di tempat-tempat yang tidak seharusnya.

“Pemerintah kota tidak memberikan ijin untuk mendirikan bangunan, tidak boleh menebang pohon. Jangan menjual daerah resapan dan menampung air,” ujarnya

Pemerintah Kota Jayapura bersama BNPB akan menindak lanjuti, memperbaiki, membantu masyarakat, agar tidak terjadi banjir dan longsor di Kota Jayapura.

Caption Foto : Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM.,  saat memberikan keterangan pers di lokasi bencana alam, sekaligus tampak dalam berbagai lokasi bencana alam yang terjadi di kantor walikota dan dibeberapa tempat di Kota Jayapura, juga ikut mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Jayapura. (Ardiles / lintaspapua.com )

“Program saya, fokus tahun ini mengurangi daerah banjir dan longsor,”

Lanjut kata Benhur, Sampai sekarang belum ada korban jiwa, cuma kerusakan material, “mari kita berdoa kepada Tuhan, jauhkan kita dari marabahaya sampai dengan maut, agar kota Jayapura aman dan damai,” jelasnya.

Kapolres Kota, AKBP Gustav Urbinas mengatakan, melakukan respon cepat, patroli selama musim hujan guna mendeteksi lokasi-lokasi yang bisa terjadi banjir atau pohon tumbang dan longsor sehingga bisa melakukan pengamanan.

“Berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jayapura serta Pemerintah Provinsi Papua, sehingga terjadi musibah tidak terlalu lama, akses jalan bisa dilewati kembali,” jelasnya

Sedangkan menurut salah satu warga dok 9 pantai, ibu Femy Lohy, saat di temui lintaspapua.com dilokasi kejadian mengaku, tanah longsor yang menimpa rumahnya terjadi pukul 21.00 WIT.

“Banjir kali ini sangat parah, sebelumnya tidak terjadi seperti begini, “ucapnya.

Dari berbagai pantauan di lapangan selain bencana longsor dan banjir, juga selain Kota Jayapura, tentunya Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura juga mengalami bencana alam, akibat curah hujan terus mengguyur wilayah – wilayah tersebut tiap hari. (Ardiles/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here