Ia melihat bahwa tidak seorangpun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia.     …YESAYA 59:16….

 

SIKAP DOA YANG BENAR

 Sobatku, pada umumnya, doa syafaat dipahami sebagai doa yang dinaikkan dalam kebaktian-kebaktian atau acara khusus. Untuk itu, dipilihlah pendoa syafaat “khusus”. Namun, renungan hari ini mengatakan lebih dalam dari itu. Doa syafaat adalah doa yang dinaikkan pendoa berdasarkan apa yang diterimanya dari pikiran Kristus mengenai orang yang kita doakan — hasil dari hubungan yang dekat dengan Tuhan.

Alasannya mengapa banyak di antara kita yang berhenti berdoa dan menjadi penuntut terhadap Allah karena kita hanya mempunyai perhatian emosional atau sentimental dalam doa. Kedengarannya enak mengatakan bahwa kita berdoa, dan kita membaca buku-buku tentang doa yang menyatakan bahwa doa itu bermanfaat, yang mengatakan bahwa pikiran kita ditenangkan dan jiwa kita terangkat bila kita berdoa.

Caption Foto : Anthonius Ayorbaba bersama keluarga ketika Mengikuti ibadah Natal dan Pembukaan Tahun Pelayanan BP.AM Sinode GKI di Tanah Papua, di Jemaat GKI Pniel Kotaraja, Sabtu, 5 Januari 2019, di Jemaat GKI Pniel Kotaraja.  Tuhan Baik. (Foto Pribadi)

Akan tetapi, Yesaya menyiratkan dalam ayat di atas bahwa Allah tertegun akan pendapat demikian tentang doa. Ibadah/penyembahan dan doa syafaat harus berjalan seiring, yang satu tidak mungkin tanpa yang lain.

Doa syafaat berarti mengangkat diri kita sampai ke tahap memperoleh pikiran Kristus mengenai orang yang kita doakan ( Filipi  2 : 5).

Namun, kita bukannya menyembah Allah, tetapi dapat dikatakan hanya berkata-kata kepada Allah tentang bagaimana pikiran kita tentang doa kita mendapat jawaban. Apakah kita sedang menyembah Allah atau berbantah dengan Dia ketika kita berkata, “Tetapi Tuhan, aku tidak mengerti bagaimana Engkau akan melakukan hal ini?”

Sobatku, ketika kita mempertanyakan bagaimana Allah menjawab doa kita, ini membuktikan bahwa kita tidak sedang menyembah Dia.

Bila kita kehilangan pemahaman yang benar akan Tuhan, kita akan menjadi mengedepankan tuntutan-tuntutan kita dan menyampaikannya menurut pengetahuan intelektual (dogmatis) kita.

Kita melemparkan permohonan kita ke takhta-Nya dan mendikte Dia tentang hal-hal yang kita inginkan untuk  Allah lakukan.

Dalam hal ini kita tidak menyembah Allah, dan juga tidak mencari untuk menyelaraskan pikiran kita sesuai dengan pikiran Kristus.

Dan jika kita bersikap menuntut terhadap Allah, kita akan bersikap demikian terhadap orang lain.

Apakah kita telah menyembah Allah dengan suatu cara yang akan mengangkat kita ke tempat di mana kita dapat merasakan berada di samping-Nya, mempunyai hubungan yang begitu akrab dengan Dia sehingga kita mengetahui pikiran-Nya tentang orang yang kita doakan?

Apakah kita sedang hidup dalam hubungan yang suci dengan Allah atau kita telah bersikap menuntut dan dogmatis ?

Apakah kita berpikir bahwa tidak ada orang yang menjadi pendoa syafaat yang benar ?

Jika demikian biarlah kita sendiri yang menjadi pendoa syafaat. Jadilah seorang yang menyembah Allah dan hidup dalam hubungan yang suci dengan Dia. Libatkan diri kita dalam tugas doa syafaat yang sungguh-sungguh, dengan mengingat bahwa itu benar-benar adalah tugas — tugas yang menuntut semua energi, tetapi tugas yang tidak memiliki jebakan tersembunyi.

Sobatku, sesungguhnya tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatan, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yes 59:1-2)

 

SUDAHKAH KITA BERDOA MENURUT KEHENDAK-Nya?

Renungkanlah….!

Selamat hari Minggu, hari ke-6, di bulan Januari 2019 dan Selamat Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat bagi orang lain.

..Tuhan Yesus Berkati…

 

Bersama Ketua Klasis Port Numbay (Pdt.Carlos Manno, S.Th, M.Si,.) & Pencipta Lagu Ku Dengar Suara Yesus, Pdt. Alberth Yoku, S.Th,. (Mantan Ketua BP.AM Sinode GKI di Tanah Papua),.
Pada saat launching DVD Emaus Bermazmur PEDULI KOROWAI, di Hotel Horizon Jayapura, oleh I-News TV Jayapura, tanggal 12 Oktober 2018. (Foto Pribadi)

*Dukung & Doakan VG Emaus Bermazmur, Vol.2, PEDULI KOROWAI*

Telah di edarkan pada Jemaat2 GKI :

  1. Klasis Port Numbay
  2. Klasis Sentani
  3. Klasis Manokwari
  4. Klasis Yapen Seĺatan,

Semua dukungan jemaat & bapak/ibu/Sdr/i dengan doa & membeli DVD Emaus Bermazmur akan sangat berarti utk membantu penerjemahan Alkitab dari Bahasa Indonesia, ke bahasa Suku Koròwai & Korowai Batu, di Kabupaten MAPPI, yang rindu membaca Alkitab dengan Bahasa Mereka sendiri.

 

Tuhan Yesus memberkati.

 Executìve Pròducer,  Anthonius Ayorbaba.

🙏🙏🙏👏👏👏