Rofi Irwansyah Gantikan Tunggul Jati Jadi Danyonif RK 751/VJS

0
1256
Sertijab ini dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI Yosua Pandit Sembiring. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjend TNI. Yosua Pandit Sembiring dengan tegas memberikan imbauan kepada Mayor Inf. Rofi Irwansyah agar dapat memulai karirnya sebagai Anonim RK 751/VJS dengan baik. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus 751/Vira Jaya Sakti, sejak 30 Desember 2017, akhirnya Letkol Inf. Tunggul Jati resmi digantikan oleh, Mayor Inf. Rofi Irwansyah, ditandai dengan upacara serah terima jabatan (Sertijab), yang berlangsung di Lapangan Mako Yonif RK 751/VJS, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (31/12/2018) pagi lalu.

Sertijab ini dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI Yosua Pandit Sembiring.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjend TNI. Yosua Pandit Sembiring dengan tegas memberikan imbauan kepada Mayor Inf. Rofi Irwansyah agar dapat memulai karirnya sebagai Anonim RK 751/VJS dengan baik.

Caption Foto :  Suasana Sertijab yang  dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI Yosua Pandit Sembiring.  Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjend TNI. Yosua Pandit Sembiring dengan tegas memberikan imbauan kepada Mayor Inf. Rofi Irwansyah agar dapat memulai karirnya sebagai Anonim RK 751/VJS dengan baik. (Irfan / HPP)

“Saya mengutip dari sebuah syair lagu, ‘Kau yang memulai, Kau yang mengakhiri’. Hari ini adalah akhir tahun 2018 berarti besok (tanggal 1 Januari 2019 lalu) sudah main di awal tahun. Jadi, jangan ada alasan begini-begitu. Program yang baru, tahun yang baru tintamu yang bermain. Sehingga kamu harus awali yang baik dan akhiri juga dengan baik selama menjadi Danyon disini,” imbuh Pangdam XVII/Cenderawasih.

“Jadi, gak sembarang. Jangan juga sampai tiga kali seperti lagu itu. Jadi hati-hati dengan kata-kata itu yang pertama. Jadi kamu awali semua dengan baik,” sambungnya.

Pangdam Yosua Pandit Sembiring juga menuturkan, bahwa seorang pemimpin harus selalu dekat dengan Tuhan agar diberikan hikmat langsung dari Yang Maha Kuasa.

“Hikmat itu yang paling tinggi, dibawah hikmat itu ada Intuisi. Intuisi itu berasal dari pengetahuan. Jadi, seorang pemimpin juga harus banyak-banyak belajar baik membaca, melihat dan mendegar. Maka itu, jadilah pemimipin jangan malas membaca karena membaca ini juga penting,” tuturnya dengan jelas.

Selain belajar, Intuisi juga lahir dari pengalaman. “Kemudian dari pengalaman dari jabatan ini, jabat sana, jabat sini itu akan melahirkan intuisi. Kalau orang tidak punya pengalaman, apalagi malas belajar nggak ada artinya. Karena apa, orang tidak terpikir kesitu kita bisa berpikir lebih jauh,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Pangdam menjelaskan, intuisi itu identik dengan filling, sehingga seorang prajurit tidak akan pernah ragu apabila diperintahkan untuk berangkat dan melaksanakan tugas di medan perang.

Caption Foto :  Suasana Sertijab yang  dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI Yosua Pandit Sembiring.  Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjend TNI. Yosua Pandit Sembiring dengan tegas memberikan imbauan kepada Mayor Inf. Rofi Irwansyah agar dapat memulai karirnya sebagai Anonim RK 751/VJS dengan baik. (Irfan / HPP)

Selain itu, Pagdam Yosua juga meminta, agar seorang pemimpin dapat lebih sering turun dan bertemu langsung dengan prajuritnya.

“Jangan di kantor saja. Ini supaya kita tahu kelakuan anggota kita itu seperti apa,” terangnya.

Lokasi Markas Komando Yonif RK 751/VJS, yang berada di bawah Kaki Pegunungan Cycloop, menurut Panglima Yosua, sangat strategis dan baik untuk digunakan dalam latihan.

“Harus bisa juga memanfaatkan hutan supaya kita unggul melawan OPM. Kalau nggak tahan dingin akali bagaimana supaya tahan dingin. Ketahui diri kita segala kelebihan dan kekurangannya dan ketahui juga musuh kita segala kelebihan dan kekurangannya. Sehingga 1000 kali kita perang 1000 kali juga kita menang,” tukas Pangdam XVII/Cenderawasih.

Untuk diketahui Letkol Inf Tunggul Jati menjabat sebagai Dandodiklapur Rindam XVII Cenderawasih. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here