Hari pertama masuk kerja usai libur Natal, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., mengadakan pertemuan dengan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Lantai I Kantor bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (27/12/2018) pagi lalu itu, Bupati Mathius memimpin langsung pertemuan dengan sejumlah Kepala OPD tersebut. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Hari pertama masuk kerja usai libur Natal, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., mengadakan pertemuan dengan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Lantai I Kantor bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (27/12/2018) pagi lalu itu, Bupati Mathius memimpin langsung pertemuan dengan sejumlah Kepala OPD tersebut.

Caption Foto : Bupati Jayapura saat memimpin jalannya pertemuan. (Irfan / HPP)

Acara pertemuan dengan sejumlah Kepala OPD ini, selain membahas masalah kebersihan Kota Sentani juga membahas masalah sanitasi, penghijauan dan pengembangan tata Kota Sentani sebagai Ibukota Kabupaten Jayapura sekaligus sebagai pintu masuknya Provinsi Papua.

Selain itu pula Bupati Mathius juga memberikan penekanan kepada para Kepala OPD.
Secara bersamaan Bupati Mathius juga memberikan masukan-masukan terkait masalah pengembangan tata Kota Sentani dari segi kebersihan dan lingkungan hidup.

“Rapat atau pertemuan tadi (Kamis, 27/12 pagi lalu) itu, kita pertama bicara mengenai bagaimana penataan Kota Sentani dari segi kebersihan dan juga lingkungan hidup. Ya, mulai dari Distrik Waibhu hingga ke Distrik Sentani Timur. Jadi, dari Kota Sentani dan sekitarnya. Supaya kebersihan ini harus menjadi perhatian semua masyarakat di Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,  ketika menjawab pertanyaan wartawan harian ini di Kediamannya, Kamis (27/12/2018) malam lalu.

“Akan tetapi, juga pemerintahan distrik dengan aparatnya. Kampung-kampung dan kelurahan maupun RT/RW itu juga harus digerakkan,” sambungnya.

Kalau bisa ada lomba kebersihan antar kampung maupun distrik, kata Mathius lomba kebersihan antar kampung maupun lomba kebersihan antar tiga distrik tersebut.

”Bisa juga di tiga distrik yang bersangkutan, tetapi antar RT/RW untuk penilaian lingkungan dan penghijauan. Kemudian penataan Kota Sentani dan sekitarnya seperti jalan dan jembatan, terus ada ruang terbuka hijau (RTH), lalu ada penertiban-penertiban bangunan serta kawasan-kawasan pariwisata yang harus ditertibkan,’ ujarnya.

“Oleh karena itu, kita harus libatkan semua RT/RW, kampung dan seluruh tokoh masyarakat yang ada di sekitar Kota Sentani. Tetapi, juga semua paguyuban, semua kelompok-kelompok pemuda, BUMN maupun perbankan serta perusahaan-perusahaan yang ada di sepanjang jalan, baik mulai dari Sentani Timur hingga Waibhu itu harus memberikan kontribusi terhadap kota ini,” imbuhnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here