Renungan Harian : Kristus Ratu Adil

0
437
Selamat Hari Natal 25 Desember 2018 & Selamat Menyosong Tahun Baru 01 Januari 2019. TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA. (Foto Istimewa)

Yesaya 10; Roma 3:26

“Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, dan mereka yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman”
(Yesaya 10:1).

Sebelum menghadapi penyaliban Yesus berkata kepada Pilatus, ”Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Pilatus bingung antara ketakutan kehilangan simpati rakyat yang membahayakan posisinya sebagai penguasa atau membiarkan dirinya bertindak sebagai orang yang menjatuhkan hukuman kepada orang yang tidak bersalah. Tetapi dia menjatuhkan pilihan kedua. Kebenaran dikhianati. Pengkhianatan atas kebenaran melahirkan ketidakadilan.

Hingga kini, kita bersusah-payah untuk menegakkan kebenaran dan menjunjung keadilan! Padahal, kebenaran dan keadilan adalah dua sisi utuh kehidupan. Yang satu menentukan yang lain. Ketika kebenaran dan keadilan tidak ditegakkan, kematian demi kematian harus ditanggung oleh setiap insan yang mendambakannya.

Yesus hadir pada zaman-Nya dengan komitmen menegakkan kebenaran dan keadilan, disamping menyelamatkan manusia dari hukuman kekal tentunya. Tetapi Dia adalah contoh seorang yang tidak kompromi dengan penyelewengan. Dia menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

Manusia hidup bukan demi hukum. Hukum dibuat untuk membantu manusia. Manusia tidak boleh dibelenggu hukum-hukum yang menindas. Terhadap segala bentuk hukum yang membelenggu dan menindas, Yesus bersikap dan bertindak keras! Puncak manifestasi sikap Yesus terjadi saat Ia mengusir dan “menggusur” para penguasa uang dan perdagangan yang menindas rakyat atas nama hukum agama di Bait Allah.

Dalam tafsir historis-kritis atas kehidupan Yesus, Joachim Jeremias (1969) menemukan banyak bukti di luar Injil soal perdagangan hewan kurban di halaman Bait Allah. Para pedagang menggunakan kesempatan permintaan binatang untuk kurban kebaktian dengan menaikkan harga yang mencekik leher. Para penukar uang pun mengeruk keuntungan luar biasa, terutama yang datang dengan uang asing. Di mata Yesus, semua itu merupakan bentuk ketidakadilan atas dasar penyalahgunaan kebenaran yang harus dirombak !.

Karena itu, para pemimpin Yerusalem bersekongkol, memutuskan untuk membunuh Yesus. Namun, Yesus kian populer di antara rakyat yang haus akan pemimpin yang mampu mengentaskan mereka dari kemiskinan dan penindasan.

Renungan :

Tidak salah jika Anda menjadi pengikut Yesus, sebab Dia adalah Raja Adil dan bertindak benar dalam menjalankan pemerintahanNya.  Keadilan hanya didapatkan di dalam Yesus. (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here