Renungan Malam Kudus : Nikmati Terang – Nya

0
519

Yesaya 9:1-6; Yohanes 5:35

“Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar ; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
(ayat 2) “Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan,”
(Yesaya 9:1-2)

Beberapa tahun yang lalu seiring dengan menipisnya cadang listrik untuk pulau Jawa dan Bali, pemerintah mencanangkan gerakan hemat energi yang dimulai dari instansi pemerintah. Gerakan disambut cukup baik oleh masyarakat walau pada prakteknya masih banyak di sana-sini termasuk kantor pemerintah terlihat adanya pemborosan pemakaian listrik.

Selain penghematan listrik, di beberapa tempat diadakan pemadaman secara bergiliran. Suatu ketika di sebuah kompleks perumahan mendapatkan jatah pemadaman bergilir, malam itu tanpa komando secara serempak dari setiap rumah terdengar ucapan huuu!! Sebab lagi asyiknya nonton televisi dan memperbaiki motor tiba-tiba perkerjaan terputus. Belum lagi udara malam itu tidak begitu bersahabat, panas, banyak nyamuk, dan lain sebagainya.

Dari peristiwa di atas didapatkan suatu petunjuk bahwa sesungguhnya setiap orang itu tidak suka dengan suasana yang gelap, sebab selain tidak nyaman bagi mata, mereka tidak bisa beraktivitas secara maximal.

Namun seringkali manusia tidak menyadari ketidaknyamanan dalam suasana kegelapan, bahkan beberapa orang suka dengan suasana itu, terlebih pencuri, perampok, pezinah dan pembuat kejahatan, sangat suka dengan situasi ini.

Tuhan pun tidak suka dengan keadaan manusia yang berada dalam kegelapan, karena itu Ia menyediakan anugerah bagi setiap orang. Inilah terang yang disediakan Tuhan, karena itu nikmati terang Tuhan dan masuklah dalam kesukaan yang disediakan Tuhan buat kita.

Biarlah suasana Natal hari ini kita penuhi dengan sorak-sorai dan ucapan syukur, bukan dengan pesta pora dan menghambur-hamburkan uang.

Apakah ada sukacita hari ini? Bersukacitalah! Bukan karena seberapa banyak berkat materi yang kita terima, sebaliknya jangan juga bersedih hati karena kita saat ini sedang kekurangan, dan dalam persoalan, melainkan bersukacitalah senantiasa dalam segala hal karena nama kita tercatat di sorga (Lukas 10:20).

Renungan :

Nimatilah terang kebenaran Allah jangan hanya sekejap saja, tetapi biarlah terus ada dalam hidup kita. Renungkanlah Yohanes 5:35, ”Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.”

Nikmati terang-Nya setiap hari dan bersukacitalah. (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here